Tangerang

Mogok Massal Penjual Daging Jabodetabek: Harga Daging Sekarang Lebih Mahal Dibanding saat Lebaran

Oleh: Admin Kamis 21 Jan 2021, 07:47 WIB
Suasana di los daging saat aksi mogok jualan di pasar tradisional Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Republika/Thoudy Badai.

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM – Aksi mogok massal penjual daging di beberapa kota besar terjadi sebagai salah satu protes mahalnya harga daging di pasaran.

Harga normal di kisaran Rp85 ribu per kilogram, daya beli masyarakat sudah menurun karena masa pandemi Covid-19. Sementara saat ini harga daging berkisar lebih dari Rp105 ribu.

AYO BACA : Mogok, Lima Pasar Tradisional di Jakarta Timur Tanpa Pedagang Daging Sapi

Sejumlah rumah potong hewan (RPH) di kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghentikan aktivitasnya. Salah satunya RPH Tunas Karya, Pamulang, Tangsel.

Kepala RPH Tunas Karya, Suwandi menuturkan, pihaknya mendukung aksi mogok para pedagang sapi lantaran harga daging sapi saat ini terus mengalami kenaikan yang tidak wajar.

AYO BACA : Lima Pasar di DKI Tak Ada yang Jual Daging Sapi Hari Ini

"Kita ikut berpartisipasi dukung rekan-rekan pedagang karena memang harga sudah tidak sewajarnya seperti ini," ujar Suwandi di Tangsel, Rabu (20/1/2021).

Bahkan, harga daging sapi saat ini, kata dia, lebih mahal dibandingkan dengan harga yang dipatok pada momen hari raya.

"Kita pas lebaran saja masih Rp88 ribu atau Rp89 ribu per kilogram. Normalnya itu Rp85 ribu atauRp 84 ribu per kilogram. Sekarang itu harusnya kita jual Rp94 ribu atau Rp96 ribu per kilogram modalnya. Kalau di pasar bisa Rp 150 ribu kurang lebih," jelasnya.

Oleh sebab itu, dengan harga yang melambung tinggi, aksi mogok berjualan pun menjadi cara yang dilakukan sebagai respons dari kondisi tersebut.

Suwandi menyebut, dirinya tidak bisa berbuat banyak selain mendukung mogok jualan para pedagang. "Kita sebagai RPH penyuplai mereka tidak bisa apa-apa karena kan harga sudah tinggi," kata dia.

AYO BACA : Harga Menggila, Pedagang Mogok, Daging Sapi Langka di Jakarta!

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono