AYOJAKARTA.COM - Ratusan ikan dari Sungai Cisadane mati massal, akibat tercemar bahan kimia gedung pestisida yang terbakar di Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan pada Senin, 9 Februari 2026.
Menyikapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang, Banten sudah melakukan uji laboratorium dari sampel air Sungai Cisadane.
Namun, hasil uji laboraorium dari sampel tersebut memerlukan waktu 3 hingga 4 hari lamanya.
Kepala Bidan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Tangerang Ari Margo mengimbau masyarakat untuk tidak mandi dan melakukan kegiatan dari air Sungai Cisadane.
"Untuk sementara ini aliran Sungai Cisadane dan anak sungai yang berpotensi terlewati aliran jangan mengongsumsi untuk mandi, cuci itu dulu," pungkasnya dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Rabu, 11 Februari 2026.
Tercemarnya air Sungai Cisadane ditandai dengan adanya perubahan kondisi air hingga ikan yang mati massal.
DLH Kota Tangsel menyebutkan bahwa dugaan cemaran air ini berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida.
Baca Juga: Catat! 9 Lokasi Tahun Baru Imlek Tahun 2026 di DKI Jakarta, Cap Go Meh hingga Jakarta Light Festival
"Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida," ujar Kepala Saksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman.
Warga yang alami gejala paparan seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan hingga mata perih bisa mengdatangi fasilitas kesehatan terdekat.***