Teknologi

Waduh! Meta AI di WhatsApp Tidak Aman untuk Data Pribadi Pengguna, Benarkah? Simak selengkapnya!

Oleh: Indra Purwatama Kamis 26 Des 2024, 12:19 WIB
Waduh, Meta AI di WhatsApp Tidak Aman untuk Data Pribadi Pengguna, Cek Fakta di Sini

AYOJAKARTA.COM - Kehadiran Meta AI di WhatsApp memicu banyak perdebatan tentang keamanan data pribadi para penggunanya.

Banyak yang khawatir bahwa Meta AI di WhatsApp bisa digunakan untuk menyadap percakapan dan juga mengakses informasi pribadi.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, di sini akan kita bahas tanggapan dari Meta AI dan ChatGPT yang dilansir dari kanal YouTube Babeh Cerdas, Kamis (26/12/2024).

Baca Juga: Pengguna Gmail Harus Segera Ganti Alamat Email Mulai 2025, Ada Apa? Simak Penjelasan Ini

• Meta AI

Saat ditanya apakah Meta AI bisa membaca percakapan pribadi di WhatsApp, Meta AI memberikan jawaban tegas bahwa hal yang demikian tidak mungkin bisa terjadi.

Jawaban ini didasarkan pada 3 faktor:

1. Enkripsi End-to-End

WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end yang memastikan percakapan pengguna terlindungi dan tidak bisa diakses oleh pihak ketiga.

2. Kebijakan Privasi

Kebijakan privasiWhatsApp melarang akses ke percakapan pribadi pengguna.

Baca Juga: Respons PDIP usai Hasto Jadi Tersangka Kasus Suap: Ini karena Abuse of Power Mantan Presiden

3. Batas Teknis

Meta AI hanya bisa mengakses data yang telah diberikan para pengguna secara eksplisit.

Meta AI juga telah menjelaskan terkait tujuan peluncurannya di WhatsApp, yaitu untuk membantu para pengguna untuk menemukan informasi dengan cepat, meningkatkan efisiensi komunikasi serta meningkatkan pengalaman dalam menggunakan WA.

Meta AI sendiri mengklaim bahwa kehadirannya justru akan meningkatkan keamanan dan privasi pengguna.

• ChatGPT

Di sini ChatGPT justru memberikan perspektif yang lebih luas.

Meskipun mengakui bahwa enkripsi end-to-end di WhatsApp tetap akan melindungi percakapan para pengguna, ChatGPT tetap menekankan pentingnya kewaspadaan.

ChatGPT menyinggung rekam jejak Meta terkait kebocoran data di masa lalu, seperti skandal Cambridge Analytica.

ChatGPT menjelaskan bahwa meskipun WhatsApp tidak membaca isi percakapan, data pengguna tetap dikumpulkan untuk tujuan penelitian, pengembangan, peningkatan layanan, dan juga pengembangan fitur baru

Baca Juga: PPN 12 Persen Resmi Berlaku! Ini Daftar Barang dan Jasa yang Harganya Pasti Naik per Januari 2025.

Data yang dikumpulkan ini biasanya mencakup informasi akun, nomor telepon, alamat email, riwayat percakapan serta informasi perangkat.

ChatGPT menjelaskan bahwa pemerintah di suatu negara juga bisa meminta data percakapan WhatsApp melalui proses hukum tertentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Permintaan data harus spesifik, terbatas dan juga untuk tujuan keamanan serta hukum yang sah.

Meskipun Meta AI dan WhatsApp mengklaim bahwa ia akan tetap melindungi privasi pengguna, namun kewaspadaan tetap diperlukan.Pengguna WA dan

Meta AI juga harus memahami kebijakan privasi WhatsApp dan juga membatasi informasi pribadi yang dibagikan.***

Reporter Indra Purwatama
Editor Jinan Vania Barizky