Teknologi

TERUNGKAP! Ternyata Ini Alasan Investasi Apple di Indonesia Lebih Kecil Dibanding Negara Lain, Salah satunya SDM Rendah

Oleh: Asti Aureli Septania Sabtu 21 Des 2024, 19:54 WIB
Faktor yang mempengaruhi keputusan investasi Apple yang terhitung lebih kecil di Indonesia ini, salah satunya adalah kualitas SDM.

AYOJAKARTA.COM -- Meskipun Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk Apple, namun investasi yang diberikan oleh perusahan teknologi raksasa ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam.

Diketahui, belakangan ini Apple telah sepakat untuk berinvestasi sebesar Rp15,9 Triliun di Indonesia setelah proses negosiasi yang pada awalnya sebesar Rp1,59 Triliun.

Investasi Rp15,9 Triliun ini memang sepuluh kali lipat lebih besar dari kesepakatan awal akan tetapi nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan investasi di Vietnam yang mencapai Rp200 Triliun.

Baca Juga: Duel AI: Apple Intelligence vs Google Assistant, Mana yang Lebih Cerdas? Cek Perbandingan Performanya

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan investasi Apple yang terhitung lebih kecil di Indonesia ini, salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM).

Berikut penjelasan lebih jelasnya terkait alasan Investasi Apple di Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

Alasan Investasi Apple di Indonesia Lebih Rendah

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Salah satu alasan utama mengapa Apple enggan berinvestasi besar di Indonesia adalah posisi Indonesia dalam hal indeks sumber daya manusia.

Baca Juga: Ini 4 Faktor Krusial yang Ternyata Menjadi Alasan Apple Menghambat Investasinya di Indonesia

Indeks ini menunjukkan bahwa kualitas tenaga kerja di Indonesia masih dianggap rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia seperti Vietnam dan Malaysia.

Hal ini mempengaruhi persepsi investor global terhadap potensi tenaga kerja lokal dalam memenuhi kebutuhan industri teknologi canggih.

Regulasi dan Kebijakan

Kebijakan pemerintah yang mengharuskan perusahaan asing memiliki pusat data di dalam negeri dan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sering dianggap sebagai penghambat investasi.

Regulasi yang rumit dan sering berubah membuat perusahaan seperti Apple berpikir dua kali sebelum berinvestasi.

Kondisi Ekonomi dan Infrastruktur

Meskipun Indonesia memiliki pasar yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, infrastruktur digital di beberapa daerah masih terbatas.

Kecepatan internet yang bervariasi dapat menjadi kendala bagi Apple yang mengandalkan layanan berbasis cloud.

Baca Juga: Apple Diminta Hapus Aplikasi TikTok dari App Store, Ada Apa? Ternyata Ini Penyebabnya

Persaingan dengan Negara Lain

Negara-negara seperti Vietnam menawarkan insentif yang lebih menarik bagi perusahaan asing, termasuk kebijakan pajak yang lebih menguntungkan.

Misalnya, Apple meminta pembebasan pajak selama 50 tahun di Indonesia, mirip dengan yang diterima di Vietnam, tetapi permintaan ini tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah Indonesia. ***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil