AYOJAKARTA.COM---Gempa bumi 5,6SR yang menggoncang Cianjur pada Senin, 21 November 2022 lalu memporakporandakan sebagian besar infrastruktur dan bangunan.
Update terkini gempa bumi tersebut hingga Selasa (29/11/2022) sudah ada 327 orang tewas. Sementara masih ada 13 masih dalam proses evakuasi.
Puluhan ribu bangunan mengalami kerusakan, salah satunya adalah bangunan lapas Kelas IIB Cianjur.
Baca Juga: Tegas! Polisi Tindaklanjuti Perkara Pelaku Pelepas Label Tenda Korban Gempa Cianjur
Bangunan yang dihuni para narapidana ini sempat terdampak gempa yang terjadi pekan lalu.
Selain mengalami kerusakan, sejumlah tembok pun hancur.
Namun kerusakan ini semakin fatal, pasca gempa susulan susulan yang terus terjadi.
Bahkan akibatnya, pos penjagaan Lapas IIB Cianjur itu pun roboh hingga menimpa rumah warga.
Seperti tayangan dalam kanal youtube Kompastv, Rabu (30/11/2022) tampak sebuah video detik-detik pos penjagaan Lapas IIB Cianjur itu roboh.
Pelan namun pasti, pos penjagaan Lapas II yang cukup tinggi tersebut miring, miring dan akhirnya roboh menimpa rumah penduduk.
Teriakan histeris dan takbir terdengar ketika pos lapas itu roboh dan mengeluarkan suara brukkkk cukup keras.
Akibat kerusakan yang cukup berat itu, sejumlah napi dan tahanan untuk sementara diamankan ke tenda, dengan pengamanan khusus.
Apalagi diketahui dinding sel-sel tempat para tahanan tidur juga mengalami kerusakan dan retak-retak.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Tomy Elyus menjamin semua penghuni dalam keadaan aman dan lengkap.
"Bisa kami laporkan kondisi lapas Cianjur pada hari ini, per hari ini berjumlah warga binaan 729 orang dalam keadaan aman, sehat dan lengkap. Petugas kita juga demikian jumlah 94 itu sehat, ujar Tomy.
Sejauh ini, diurai Tomy dalam menghadapi bencana gempa tersebut pihaknya sudah melakukan penanganan secara maksimal. Mulai dari penyediaan posko-posco kebutuhan khusus, dapur umum, pos kesehatan, pos pelayanan.
"Pos pelayanan contohnya di belakang itu tetap berjalan dengan baik, lalu dalam kondisi darurat ini kita siapkan juga komunikasi via telepon untuk warga binaan mengabarkan keluarganya
masyarakatnya. Begitu juga yang keluarga di luar kita siapkan pos pengaduan, "kata Tomy.
Konsep Lapas darurat tersebut nantinya akan berlangsung selama 10 hari kedepan.
"InsyaAllah di hari ke sebelas, kalau sudah stabil, ada warga binaan yang ingin berkunjung melihat secara langsung, kami fasilitasi, "pungkas Tomy.
Saat ini dinding yang rusak dalam proses renovasi, dibantu Kementerian PUPR, Kemenkumham, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Berikut video detik-detik robohnya pos penjagaan Lapas Cianjur, KLIK DI SINI !