AYOJAKARTA.COM – Perayaan musim libur dan tahun baru atau Nataru menjadi momen penting bagi banyak kalangan, termasuk organisasi masyarakat atau Ormas.
Selain jadi momen penting melakukan kontemplasi perjalanan hidup, perayaan Nataru bagi Ormas juga membuka kesempatan untuk menggelar acara secara swadaya.
Salah satu bentuk kegiatan swadaya pada musim libur Nataru saat pergantian tahun seperti dilakukan sebuah Ormas di Bekas Selatan adalah menggelar acara malam tahun baruan.
Demi keberlangsungan acara malam tahun baruan, Ormas di Bekasi Selatan merancang sebuah proposal yang diduga akan disebarluaskan kepada sejumlah Donatur.
Sebagaimana wajarnya komponen utama dalam sebuah proposal, Ormas di Bekasi Selatan juga membuat rincian anggaran.
Jumlah rincian anggaran dalam proposal milik salah satu Ormas di Bekasi Selatan tersebut, kemudian viral dan menjadi bahan gunjingan setelah tersebar luas di jagat maya.
Selain karena dianggap terlalu mengada-ada, besaran rincian nilai anggaran yang diyakini oleh warganet hasil Mark-up juga banyak disentil.
Baca Juga: 7 iPhone Terlaris Turun Harga di Akhir 2024, Cocok untuk Kaum Mendang-mending
Adapun komponen rincian anggaran yang dikritik tajam warganet antara lain Biaya Pembuatan Proposal yang mencapai angka Rp 2,000,000.
Menurut warganet, alasan biaya pembuatan proposal bisa menjadi relatif sangat mahal karena menggunakan jenis kertas Concorde serta dijilid secara khusus.
Disamping Biaya Pembuatan Proposal, warganet juga merasa terkejut dengan adanya Komponen Tarian Anak dan Live Dangdut.
Untuk merealisasikan kedua segmen acara pada malam tahun baruan tersebut, salah satu Ormas di Bekasi Selatan menetapkan anggaran sebesar Rp 15,000,000.
Selain biaya pembuatan proposal dan live dangdut, warganet juga mempertanyakan jenis acara yang akan digelar oleh salah satu Ormas di Bekasi Selatan tersebut.
Menurut sejumlah warganet, acara pergantian malam tahun baru yang akan digelar oleh Ormas bukan merupakan tanggung jawab siapapun untuk merealisasikan.
Karena itu, penggalangan dana yang dilakukan oleh Ormas dengan menyebarkan proposal kepada Donatur sebagai bentuk pungutan liar terselubung.
“Dia yang tahun baruan kita yang modalin, sepertinya DNA pungli sangat melekat di dalam aliran darah para oknum ini,” tulis warganet atas rencana Nataru salah satu Ormas.
Total besaran anggaran yang jumlahnya mencapai angka Rp 44,000,000 menurut ribuan warganet juga sangat memprihatinkan.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Pesta Perayaan Malam Tahun Baru 2025 di DKI Jakarta
Tawaran berdonasi malam tahun baruan yang diperkirakan akan dijadikan ajang pesta inklusif oleh Ormas, menurut salah satu warganet sangat tidak wort it.
“Idih, mending sumbang buat Masjid atau ke anak Yatim, sumpah!” celetuk warganet dalam kolom komentar.