Viral

Dinilai Bermuatan Politik, Pameran Lukisan Seniman Yos Suprapto Bertema Kedaulatan Pangan Dibatalkan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Buka Suara

Oleh: Karseno AJ Selasa 24 Des 2024, 07:45 WIB
Polemik pameran lukisan bertema Kedaulatan Pangan dari Seniman Yos Suprapto.

AYOJAKARTA.COM – Selaku Menteri Kebudayaan, Fadli Zon memberi tanggapan terkait polemik pameran lukisan bertema Kedaulatan Pangan dari Seniman Yos Suprapto.  

Dalam  keterangannya kepada awak media, Fadli Zon menyebut alasan dibatalkannya pameran bertema Kedaulatan dari Perupa Yos Suprapto karena ketiadaan Kurator.

Karena itu, menyikapi munculnya polemik yang menyebut pembatalan pameran bertema Kedaulatan Pangan dari Yos Suprapto karena pembredelan merupakan suatu kekeliruan.

Baca Juga: Ramai Kenaikan Gaji PNS 8 Persen Tahun 2025, Ini Dokumen untuk Daftar CPNS 2025!

Setiap karya Perupa sebelum ditampilkan di Galeri Nasional, menurut Fadli Zon harus terlebih dahulu melalui proses kurasi yang dilakukan oleh Kurator.

“Temanya tentang kedaulatan pangan, tapi ada sejumlah lukisan kabarnya dipasang sendiri oleh Sang Seniman, biasanya selalu melalui proses kurasi,” ungkap Fadli Zon.

Selain tidak sesuai dengan ketentuan Galeri Nasional yang berada dibawah naungan Kementerian Kebudayaan, sejumlah karya juga dinilai oleh Kurator tidak sesuai tema.

Bukan hanya dianggap terlalu vulgar, karya seni lukis yang sedianya akan ditampilkan di Galeri Nasional juga ditengarai bermuatan politik.

Karena sejumlah alasan tersebut, Fadli Zon menilai kesepakatan antara Seniman dengan Kurator perlu dibahas secara lebih jelas.

Baca Juga: 5 Teknologi Canggih di Tahun 2025 Ini Bakal Guncang Kehidupan Manusia! AI Assistant akan Punya Perasaan?

“Akhirnya Kuratornya mundur, karena Kuratornya mengundurkan diri, ya tidak mungkin ada pameran tanpa Kurator,” tegas Menteri Kebudayaan.

Hal senada terkait alasan pembatalan pameran juga disampaikan oleh Zamrud Setya Negara selaku Ketua Tim Museum dan Galeri Nasional.

Menurut Setya, pihaknya sudah melakukan penawaran kepada Seniman untuk menunda pameran hingga kesepakatan dengan Kurator terwujud.

“Bukan pembredelan, bukan pemberangusan, menunda agar komunikasi dengan Kurator dibenahi dulu, karena lembaga ini lembaga publik yang juga mengedukasi,” jelasnya.

Sehubungan dengan batalnya pameran lukisan bertema Kedaulatan Pangan, Seniman Yos Suprapto mengaku sangat menyayangkan keputusan Kurator dan Galeri Nasional.

Baca Juga: Tahun 2025 Auto Dapat Bansos PIP! Peserta Didik dengan 6 Kriteria Ini Berpeluang dapat Bantuan Lagi Loh...

Selain karena setiap karya yang dibuatnya lahir dari proses panjang serta didukung oleh riset dan data ilmiah, setiap gores lukisan pada kanvas juga memiliki simbol.

Adanya pandangan dari sebagian kalangan yang menganggap karyanya terlalu vulgar, menurut Yos hal tersebut merupakan perwujudan dari kebebasan dalam memahami.

“Sangat disayangkan orang menilai karya seni dengan bahasa yang lain, seorang Kurator harusnya memahami bahasa kesenian,” ungkapnya.

Elemen infinity atau dimensi tanpa batas, menurut Yos menjadi salah satu hal paling esensial dalam memahami dan menilai suatu objek kesenian.

Kesenian, menurut Yos bukan merupakan suatu disiplin ilmu yang linier sehingga tidak dapat diterjemahkan atau dimaknai secara mudah dan sederhana.

“Bahasa kemungkinan inilah yang seharusnya dipahami oleh seorang Pengamat Kesenian, mengutip Picasso Keindahan tergantung siapa yang melihatnya,” tegas Yos Suprapto.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky