Viral

Tempat Wisata Indonesia Terancam Kena Boikot Usai Insiden Pendaki Brasil Tewas di Gunung Rinjani, Evakuasi Tim SAR Dinilai Lambat

Oleh: Muhammad Nandava Prapdhianto Rabu 25 Jun 2025, 17:07 WIB
Pendaki asal Brazil, Juliana Marin, tewas di Gunung Rinjani.

AYOJAKARTA.COM - Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brazil, Juliana Marin, yang terjatuh di kawasan Tebing Cemara Nunggal, Gunung Rinjani, masih terus berlangsung.

Juliana ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kedalaman sekitar 600 meter dari jalur pendakian utama setelah dilaporkan hilang sejak Sabtu (21/6/2025). Cuaca mendung dan kondisi tebing yang ekstrim menjadi tantangan besar bagi Tim SAR yang terlibat.

Medan curam dengan pasir halus membuat setiap langkah evakuasi dipenuhi risiko tinggi. Dalam kondisi tersebut, tim harus bergerak perlahan sambil memastikan keamanan seluruh personel.

Baca Juga: Ini Dia Jawara Baru! Oppo Reno 14 5G Resmi Meluncur, Baterai 6000 mAh dan Dimensity 8350

Medan Ekstrem Hambat Proses Evakuasi

Empat anggota Tim SAR saat ini berada di titik terdalam tempat jenazah ditemukan, sementara tiga lainnya bersiaga di ketinggian 400 meter untuk mengantisipasi potensi longsoran pasir.

Jenazah korban diamankan dengan menggunakan kantong khusus dan sistem tali yang dilengkapi sling serta alat penahan untuk menarik tubuh ke atas secara bertahap dan aman.

Rencana penggunaan helikopter sempat dibahas, namun dibatalkan karena cuaca buruk dan kondisi geografis yang tidak memungkinkan pendaratan.

Baca Juga: Bansos Tambahan Rp400 Ribu: Hasil Cek KKS BPNT Murni dan BPNT Plus PKH per 25 Juni 2025, Sudah Cair?

Helikopter yang disiagakan di halaman Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani akhirnya tidak bisa dikerahkan langsung ke lokasi insiden.

Proses evakuasi kini sepenuhnya dilakukan secara manual dengan berjalan kaki dari titik pelawangan menuju Gerbang Kandang Sapi.

Biasanya jalur ini ditempuh dalam waktu 5–7 jam, namun kali ini diperkirakan akan memakan waktu lebih dari 10 jam karena beban dan risiko yang tinggi.

Sebagai langkah antisipasi dan pengamanan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup jalur pendakian via Sembalun mulai 24 Juni 2025 hingga proses evakuasi selesai.

Baca Juga: Spesifikasi Gahar Vivo Y400 Pro: Kamera 4K, Baterai 5500 mAh 90 W, Akankah Hadir di Indonesia?

Penutupan ini juga dilakukan untuk mencegah risiko tambahan bagi pendaki lainnya. Pihak keluarga korban saat ini telah berada di Kantor TNGR Sembalun Lawang dan terus mendapatkan informasi terkini dari Basarnas serta petugas taman nasional.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Juliana akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB sebelum dipulangkan ke Brasil sesuai prosedur internasional.

Reaksi Dunia dan Warganet Brazil

Tragedi yang menimpa pendaki asal Brazil ini menyita perhatian internasional, khususnya warganet dari negara asal korban.

Baca Juga: 4 Fakta Terbaru Konflik Iran dan Israel Usai Sepakati Gencatan Senjata, Trump Tiba-Tiba Murka Terhadap Netanyahu

Banyak dari mereka menyuarakan kekecewaan atas lambatnya proses evakuasi. Beberapa bahkan menyerukan boikot terhadap destinasi wisata di Indonesia sebagai bentuk protes atas insiden ini.

Pihak berwenang Indonesia berharap kejadian ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk meningkatkan sistem keamanan dan penanganan darurat di kawasan wisata alam seperti Gunung Rinjani.***

Reporter Muhammad Nandava Prapdhianto
Editor Katarina Erlita