AYOJAKARTA.COM - Setelah 12 hari konflik bersenjata yang menewaskan ratusan warga sipil dan memicu ketegangan global, Iran dan Israel akhirnya menyatakan persetujuan terhadap usulan gencatan senjata.
Pengumuman ini disampaikan secara resmi oleh kedua negara pada Selasa (24/6/2025), menandai potensi akhir dari salah satu eskalasi paling serius di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum jeda tembak dimulai, Israel masih melancarkan serangan udara yang menargetkan instalasi radar militer milik Iran.
Baca Juga: Update 25 Juni 2025: Ratusan Ribu KPM Gagal Salur PKH dan BPNT Akhirnya Cair, Cek KKS Sekarang!
Operasi tersebut terjadi tak lama setelah komunikasi langsung antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan peluncuran gelombang rudal balasan yang menghantam wilayah Beersheba, Israel selatan, menewaskan empat orang dan melukai dua lainnya.
Lebih dari 600 warga sipil Iran menjadi korban selama konflik, termasuk ilmuwan nuklir terkemuka Mohammad Reza Seddighi Saber yang dilaporkan tewas dalam serangan terakhir sebelum kesepakatan damai mulai berlaku.
Meski disambut sebagai langkah maju, fakta terbaru menunjukkan bahwa perdamaian belum sepenuhnya aman.
Baca Juga: Panduan SPMB Jatim 2025 Tahap 3: Tanggal Pendaftaran, Cara Pilih Sekolah, dan Data yang Dibutuhkan
Presiden Trump dalam pernyataan publiknya mengecam Israel atas tindakan militer yang ia sebut “berisiko memicu pelanggaran.”
Dalam unggahan melalui platform Truth Social, Trump memperingatkan: "ISRAEL. JANGAN JATUHKAN BOM ITU. JIKA ANDA MELAKUKANNYA, ITU ADALAH PELANGGARAN BESAR. BAWA PILOT KALIAN PULANG, SEKARANG!"
Trump belum menyatakan bahwa kesepakatan telah dilanggar secara resmi, namun menegaskan bahwa sikap Israel bisa membahayakan stabilitas yang masih sangat rapuh.
Sejumlah pemimpin dunia menyambut kesepakatan gencatan senjata ini dengan nada optimisme yang berhati-hati.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai bahwa inisiatif diplomatik Trump merupakan langkah positif, meski memperingatkan bahwa “situasinya masih sangat mudah berubah.”
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut kesepakatan ini sebagai momentum potensial bagi stabilitas kawasan.
“Jika berhasil, ini bisa menjadi sinyal positif untuk masa depan Timur Tengah,” ujarnya. Iran dan Israel, dua negara dengan sejarah panjang permusuhan, kini menjadi pusat perhatian diplomasi global.
China dan Arab Saudi juga menyambut baik perkembangan ini. Beijing menegaskan pentingnya mewujudkan "gencatan senjata yang nyata, bukan sekadar simbolik." Sementara itu, Riyadh menyatakan dukungan penuh terhadap upaya deeskalasi.
Baca Juga: Pedagang di E-commerce akan Dikenakan Pajak 0,5 Persen Mulai Juli 2025, Simak Kriterianya!
Dampak Langsung di Pasar Global
Dunia usaha dan pasar finansial merespons positif kabar perdamaian ini. Indeks saham global menguat, dan harga minyak mentah mengalami penurunan.
Dengan situasi yang masih dinamis, seluruh mata kini tertuju pada langkah-langkah lanjutan dari Israel dan Iran dalam menjaga komitmen terhadap gencatan senjata yang telah dicapai.***

Share this article
Iran dan Israel sepakat gencatan senjata usai 12 hari konflik berdarah; dunia sambut hati-hati, pasar global langsung merespons positif.