Viral

Viral! Oknum Mahasiswa Hukum Unsoed Diduga Terlibat Praktik Perdagangan Orang, Istri Bongkar Aib Korban: Gak Cuma Doyan KDRT

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Sabtu 07 Sep 2024, 16:26 WIB
Illustrasi. Oknum Mahasiswa Hukum Unsoed Diduga Terlibat Praktik Perdagangan Orang, Istri Bongkar Aib Korban

AYOJAKARTA.COM - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menjadi sorotan publik.

Pasalnya salah satu oknum mahasiswa semester tiga Fakultas Hukum Unsoed diduga melakukan tindak pidana yaitu Praktik Perdagangan Orang.

Mahasiswa berinisial MRA ini juga diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga setelah postingan Instagram @darksidedeananta_ viral di media sosial.

Dalam postingan tersebut, akun Instagram @darksidedeananta_yang mengaku adalah istri MRA membeberkan perlakuan sadis MRA kepadanya saat masih terikat status pernikahan.

Baca Juga: Gaji Pekerja Terancam Dipotong untuk Program Pensiun Tambahan, Mirah Sumirat: ‘Kami Marah'

"Hampir 4 bulan saya berusaha menutupi kasus ini dari media sosial dan jangkauan publik karena saya sempat mengalami baby blues dan gangguan mental (psikis). Tapi ternyata berjalannya waktu saya semakin mendapat informasi dan perlakuan tidak baik atas orang ini (MRA),” tulis akun Instagram @darksidedeananta_, dikutip AyoJakarta.com, hari Sabtu, 7 September 2024.

Pemilik akun tersebut juga menuliskan beberapa kebiasaan MRA yang senang berperilaku kasar atau KDRT hingga gemar melakukan hubungan seksual dengan wanita lain.

"Tapi ternyata berjalannya waktu saya semakin mendapat informasi dan perlakuan tidak baik atas orang ini MUHAMMAD RAFI ANANTA Mahasiswa Semester 3 Fakultas Hukum UNSOED sisi gelap anak DPR bisa saenaknya ngehamilin orang setelah itu kabur dan lari dari masalah," tulisnya.

Pelaku yang diketahui anak anggota DPRD Purbalingga aktif dan cucu dari mantan Wakil Bupati Purbalingga ini, diduga juga suka melakukan KDRT kepada istrinya.

"Kami menikah sah secara agama dan negara karena dari awal orang ini takut terjerat hukum (persetubuhan anak di bawah umur & kekerasan sex)," ungkap korban.

Menurutnya pernikahannya hanya formalitas dan pelaku kabur hingga tidak dapat dihubungi lagi oleh korban padahal semua sosial media pelaku aktif.

Baca Juga: PWI Serukan Perlawanan Terhadap Kekerasan Wartawan: Nyawa Terancam, Kebebasan Pers Dipertaruhkan

"Setelah kabur ternyata di luar sana masih gila perempuan, dugem sana-sini dengan perempuan yang berbeda-beda, pernah sampai ketahuan menghampiri perempuan di hotel (mungkin bukan hanya satu perempuan)," terangnya.

Tawaran pekerjaan sebagai talen merupakan modus tindakan pelecehan seksual yang akan dilakukan oleh MRA kepada target korban.

Hal ini terungkap setelah korban mendapatkan laporan dari wanita lain yang juga mengaku mendapatkan tawaran pekerjaan pencarian bakat sebagai model atau artis dari MRA.

"Orang ini (MRA) sempat menawarkan pekerjaan talent, orang ini sekongkol dengan orang asing yang tidak tau dari mana asalnya, ternyata hanya untuk dijadikan bahan sex," tambahnya.

Menurut korban, kasus KDRT yang menimpanya sekarang sudah ditangani oleh Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak.

Menanggapi viralnya pemberitaan terkait Mahasiswa Unsoed yang diduga terlibat kasus KDRT dan kini muncul dugaan Praktik Perdagangan Orang, pihak Kampus Unsoed akhirnya buka suara.

Baca Juga: Atma Jaya Ungguli IPB! 15 Jurusan S-1 Kedokteran Terbaik Institutions Subject Ranking AD Scientific Index 2024

Pihak kampus membenarkan bahwa salah satu mahasiswa Unsoed berinisial MRA diduga terlibat dalam jaringan praktik perdagangan manusia atau human trafficking.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Unsoed, Tri Wuryaningsih mengungkapkan bahwa dugaan keterlibatan MRA dalam jaringan praktik perdagangan orang masih didalami secara serius.

Jika terbukti adanya keterlibatan MRA dalam kejahatan pidana ini, maka pihak kampus tidak segan-segan untuk mengeluarkan (drop out) pelaku dan menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. ***

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Jinan Vania Barizky