AYOJAKARTA.COM -- Beberapa hari lalu viral postingan peringatan darurat. Postingan peringatan darurat tersebut beredar di mana-mana.
Postingan peringatan darurat ini beredar setelah adanya keputusan MK dan rencana revisi UU Pilkada oleh DPR.
Terjadi aksi massa di mana-mana, termasuk di depan gedung DPR RI. Selain itu, semakin banyak orang membagikan postingan peringatan darurat.
Baca Juga: Soroti Gambar Garuda Pancasila 'Peringatan Darurat' yang Viral di Medsos, Roy Suryo: Luar Biasa!
Namun ternyata, ada beberapa pihak yang tidak menyukai postingan peringatan darurat tersebut.
Pihak kontra mengerahkan buzzer untuk menyebarkan gambar Indonesia baik baik saja untuk menurunkan gaung postingan Peringatan Darurat.
Benarkah demikian? Berikut penjelasannya dikutip dari YouTube Raymond Chin:
YouTuber Raymond Chin, menyatakan keheranan dirinya tentang mulai banyak orang membagikan postingan Indonesia baik baik saja.
“Sebelum tidur, gue lihat campaign yang keren banget namanya Indonesia Baik-Baik Saja,” ujarnya.
Ia mengatakan kalau ada banyak orang yang ia lihat di media sosial X membagikan gambar Indonesia baik-baik saja.
YouTuber Raymond Chin mengatakan kalau ia yakin itu adalah buzzer. Pagi hari, dirinya menerima pesan yang mengajaknya membagikan gambar Indonesia baik-baik saja.
Bahkan, permintaan membagikan gambar Indonesia baik-baik saja tersebut menggunakan Instagram dan TikTok.
Ia pun mempertanyakan berapa harga yang dikeluarkan pihak penyelenggara untuk para buzzer membagikan gambar tersebut.
Karena ia mengatakan ada lebih dari 4 orang yang membagikan gambar Indonesia baik-baik saja tersebut di media sosial X.
“Dibayar berapa, nih? Karena yang ngepost tuh satu, dua, tiga, empat, nggak tahu lah berapa, banyak yang lain,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Peringatan Darurat Berwarna Biru dan Burung Garuda setelah Sidang Putusan MK, Apa Maksudnya?
Pasalnya YouTuber Raymond Chin mengatakan uang yang didapatkan apabila ia menerima permintaan tersebut adalah 35 juta rupiah.
Adapun persyaratan membagikan gambar tersebut adalah 12 kali penayangan Instagram story dan 6 kali TikTok Mirroring IG.
YouTuber Raymond Chin mengatakan kalau netizen Indonesia seharusnya mengetahui adanya ‘kampanye politik’. “Dikira warga kita nggak pernah sadar kalau misalnya ada tanda kutip kampanye politik,” akhirnya.***