AYOJAKARTA.COM - Sebuah video dari Kristo Immanuel, seorang komedian dan impersonator tengah menjadi viral di platform media sosial X.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut, Kristo menirukan suara Presiden Joko Widodo, namun kali ini dengan pesan yang lebih serius.
Video ini menarik perhatian netizen karena Kristo menyampaikan sindiran yang menggambarkan keresahan masyarakat terhadap pemerintah.
"Sudah lama sekali ya pak saya ndak menirukan suara bapak, suaranya masih sama pak, rasanya yang beda," ucap Kristo di awal video.
Kristo kemudian melanjutkan dengan pesan yang seolah-olah langsung ditujukan kepada Presiden Jokowi.
Ia menyebut bahwa saat ini sudah tak ada lagi kubu-kubu politik dan tak ada alasan terus memecah belah masyarakat.
"Sudahlah pak, sekarang sudah tidak ada kubu-kubu lagi, tidak ada nggak perlulah kami dipecah-pecah lagi kan lawannya sama. Wong yang kemarin dukung bapak sekarang kami dukung koq untuk dukung kami," ucap Kristo dalam video tersebut.
Pesan dari Kristo ini mengarah pada keinginan masyarakat agar pemerintah tak membuat kebijakan yang berpotensi merusak tatanan hukum dan persatuan bangsa.
"Undang-Undang dibuat supaya kita jauh dari kehancuran, jangan bapak hancurkan dengan bermain Tuhan," tambahnya dengan suara yang mirip dengan Presiden Jokowi.
Tak hanya itu, Kristo juga menyebut bahwa masyarakat sebenarnya memiliki keberanian untuk bertindak dan memperjuangkan hak mereka.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tak acuh terhadap situasi yang ada, melainkan sadar dan siap bertindak jika diperlukan.
"Masyarakat itu berani untuk perjuangan bertindak, jangan anggap kami acuh, lihat sendiri kan," kata Kristo dengan nada serius.
Baca Juga: Viral Video Lama Kaesang Pangarep: Emang Masih Zaman Masih Minta Proyek Sama Orang Tua?
Pada bagian akhir video, Kristo memberi sindiran tajam.
"Izin ya pak saya tirukan suaranya karena sepertinya suara dari masyarakat itu tidak didengar, siapa tahu suara sendiri bisa," pungkasnya.
Kalimat ini seakan menggambarkan rasa frustrasi masyarakat yang merasa aspirasinya tak dihiraukan pemerintah.***