AYOJAKARTA.COM – Demonstrasi menentang revisi Undang-Undang Pilkada yang dilakukan berbagai elemen masyarakat terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia.
Selain terjadi di Gedung DPR/MPR Jakarta, demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pilkada juga berlangsung di Bandung, Yogyakarta, Lampung serta Bandung.
Demonstrasi penolakan revisi Undang-Undang Pilkada juga digelar oleh sejumlah elemen mahasiswa di Makassar dan sejumlah kota besar lain di Indonesia.
Dalam aksi demonstrasi yang terjadi di Makassar, para elemen mahasiswa menjadikan Kantor DPRD Sulawesi Selatan sebagai tempat menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: Machica Mochtar Ungkap Kronologi Kekerasan yang Dialami Anaknya saat Demo di Depan Gedung DPR RI
Sebagaimana juga terjadi di kota-kota lain, ratusan demonstran berusaha memasuki pagar pembatas gedung untuk bisa menyampaikan audiensi.
Upaya para demonstran tersebut mengalami kebuntuan lantaran pagar pembatas Gedung DPRD Sulawesi Selatan terkunci serta dijaga ketat oleh keamanan.
Melalui spanduk dan pernyataan orasi, demonstran meminta agar seluruh rakyat ikut melakukan pengawalan terhadap hasil putusan Mahkamah Konstitusi.
Selain itu, sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat juga meminta agar mewaspadai bahaya politik dinasti.
Agenda merevisi Undang-Undang Pilkada yang dilakukan DPR menurut para demonstran merupakan upaya melawan putusan Mahkamah Konstitusi.
Karena itu, demonstran menuntut agar DPR tak mengkhianati konstitusi dan mendesak agar KPU segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi.
Guna menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung, pihak keamanan juga telah memasang blokade kawat berduri serta sejumlah kendaraan taktis atau rantis.
Di tengah kerumunan para elemen mahasiswa yang sedang menyampaikan orasi dan melakukan tuntutan, hal tak biasa justru sempat terekam kamera warganet.
Baca Juga: Viral Video Lama Kaesang Pangarep: Emang Masih Zaman Masih Minta Proyek Sama Orang Tua?
Melalui salah satu unggahan video, terlihat seorang dosen yang diduga berasal dari Universitas Hasanuddin sedang bersama mahasiswi.
Sambil berdiri dan tersenyum di antara kerumunan demonstran, tampak seorang mahasiswi sedang meminta tanda-tangan dosen pembimbing.
Berdasarkan keterangan dari seorang warganet pemilik akun @*wtiia*, tujuan mahasiswi tersebut untuk meminta tanda tangan lembar pengesahan skripsi.
Melihat peristiwa yang dianggap tak biasa, warganet tak kuasa memberikan tanggapan terhadap unggahan video tersebut.
Menurut warganet, dosen yang diduga bernama Rahim Nganro tersebut merupakan dosen Farmasi UNHAS yang luar biasa.
Selain karena tetap berusaha menjalani peran sebagai akademisi, keikutsertaan dalam aksi demonstrasi menunjukkan sikap peduli demokrasi.
Selain menyoroti sikap humble Rahim Nganro, beberapa warganet juga memberikan pujian kepada mahasiswi yang telah berhasil menemukan dosen di tengah kerumunan.
“Lobi di saat yang tepat, dapat A pokoknya,” tulis warganet dengan imbuhan jempol.***
Share this article
Minta tanda tangan dosen pembimbing di tengah unjuk rasa tolak RUU Pilkada, aksi mahasiswi ini viral.