AYOJAKARTA.COM -- Ibunda Pegi Setiawan, Kartini, menangis saat melaprokan penyidik ke Propam Mabes Polri ditemani kuasa hukum Pegi.
Kartini berterima kasih kepada seluruh dukungan masyarakat kepada Pegi Setiawan.
Kartini yakin bahwa anaknya, Pegi Setiawan adalah korban fitnah dari pembunuhan Vina pada tahun 2016 silam.
"Saya sih Alhamdulillah semua pada mendukung Pegi karena Pegi tidak melakukan kejahatan itu. Anak saya hanya terfitnah," kata Kartini dikutip dari YouTube tvOneNews pada, Selasa, 20 Juni 2024.
Kartini menyesalkan pihak kepolisian yang bersikeras menuduh anaknya sebagai otak dibalik pembunuhan Vina.
"Kenapa pihak Kepolisian tetap bersikeras kalau pelakunya adalah anak saya? Sedangkan anak saya tidak melakukan (pembunuhan) itu," ucap Kartini.
Baca Juga: 11 Peluang Kerja untuk Jurusan Ilmu Tanah untuk Lulusan Sarjana yang Menjanjikan di Masa Depan
Kartini juga mempertanyakan keadilan bagi dirinya sebagai orang miskin. Ia meminta untuk tidak didzalimi dalam kasus ini.
"Dimana keadilan untuk orang miskin? Kami orang miskin, jangan dzalimi kami," ucap Kartini.
Kartini mengungkapkan bahwa Pegi Setiawan selama ini sudah menjadi tulang punggung keluarga.
Selama ini, ia bersama anggota keluarga lainnya mengandalkan Pegi untuk biaya makan sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan PNS dan PPPK yang Perlu Kamu Tahu
"Kami makan pun dari Pegi seadanya. Sekarang tidak ada Pegi, siapa yang mau ngasih makan adik-adiknya, juga saya?" kata Kartini.
Pegi Setiawan diduga sebagai otak dibalik pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada tahun 2016 silam.
Pegi Setiawan ditangkap di Bandung pada 21 Mei 2024 lalu setelah selama 8 tahun menjadi buron.
Namun, penangkapan Pegi Setiawan menyisakan tanda tanya. Banyak pihak yang meyakini bahwa Pegi Setiawan bukanlah pelakunya.
Hal tersebut dikarenakan tidak ada kesamaan ciri-ciri DPO yang dirilis Polda Jabar dengan Pegi Setiawan.
Selain itu, banyak laporan mengenai bahwa adanya intimidasi yang dilakukan penyidik dalam penanganan kasu pembunuhan Vina.