AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik Hendri Satrio mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena grup "Fantasi Sedarah" yang belakangan menjadi viral di media sosial, khususnya Facebook.
Dalam paparannya, Hendri menyampaikan keresahannya mengenai konten penyimpangan seksual yang mulai menyeruak di kalangan segelintir masyarakat Indonesia.
Fenomena ini semakin mencuat setelah adanya kasus bayi yang diduga hasil hubungan sedarah antara kakak dan adik yang dikirim melalui ojek online.
"Sedarah Bro, come on jangan gitulah. Kenapa sih? Apa sudah mulai mendekati akhir zaman?" ungkap Hendri dengan nada prihatin.
Ia juga mengungkapkan bahwa grup Facebook tersebut telah diikuti oleh sekitar 30.000 akun yang berisi konten meresahkan.
Sebelum akhirnya diblokir oleh pemerintah. Hendri memberikan apresiasi kepada kepolisian yang telah memblokir grup tersebut dan menyarankan agar para pelaku yang terlibat dalam grup tersebut diberikan pembinaan, terutama pembinaan agama.
Hendri Satrio juga menyoroti langkah-langkah yang diambil oleh pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.
Baca Juga: Bongkar Grup Facebook 'Fantasi Sedarah', Polisi Tangkap Enam Tersangka Penyebar Konten Meresahkan
Ia mengutip pernyataan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ari Syam Indradi, yang mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarkan postingan terkait grup Facebook "Fantasi Sedarah" tersebut.
"Jangan mengupload lagi. Kami mengimbau masyarakat bijak bermedsos, kita menggunakan medsos untuk hal-hal yang positif," kata Ade Ari yang dilansir dari Jakarta, Sabtu, 17 Mei 2025.
Dalam paparannya, Hendri juga menyebutkan bahwa Polda Metro Jaya masih mendalami kasus konten hubungan sedarah tersebut dan berharap masyarakat aktif melakukan patroli siber media sosial serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.
Selain itu, ia juga menyinggung pernyataan Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI, Ahmad Sahroni, yang mengecam keberadaan grup tersebut dan mendorong penindakan hukum untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di kehidupan nyata.
Baca Juga: 5 Fakta Menyedihkan Tentang Kekalahan Manchester United di Liga Europa, Sakit Tapi Tak Berdarah!
Dalam kesimpulannya, Hendri Satrio menekankan pentingnya penuntasan kasus ini oleh pihak kepolisian untuk memberikan kejelasan dan mencegah penyebaran konten serupa di masa mendatang.
"Tolong Pak Polisi, ini dituntaskan. Jadi jangan hangat-hangat tahi ayamlah. Ini tolong dituntaskan supaya permasalahan ini jadi clear, beres. Berbahaya banget buat generasi muda kita," tegasnya.
Hendri menambahkan bahwa fenomena ini sangat meresahkan dan ia merasa ngeri dengan perkembangan yang terjadi.
"Jangan lagi, say no hubungan sedarah, jangan disebar-sebar lagi konten itu, dan jangan melakukan tindakan penyimpangan-penyimpangan," imbuhnya.
Pengamat politik tersebut mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyebarkan konten-konten positif yang lebih bermanfaat.
Seperti konten di acara "Satgas Kritik" yang dipandunya, daripada konten-konten fantasi sedarah yang dapat merusak moral generasi muda.***