Viral

Viral Aplikasi World Scan Retina Mata Pengguna Bisa Dapat Uang, Amankah? Ini Kata Pakar

Oleh: Asti Aureli Septania Selasa 06 Mei 2025, 10:07 WIB
Aplikasi World App/Worldcoin yang viral karena menawarkan uang tunai bagi warga yang bersedia memindai retina matanya memicu pro dan kontra.

AYOJAKARTA.COMAplikasi World App (bagian dari proyek Worldcoin) viral di Indonesia setelah ramai warga Bekasi dan Depok antre memindai retina mata demi imbalan uang tunai Rp200 ribu hingga Rp800 ribu per orang.

Proses verifikasi dilakukan menggunakan alat khusus bernama Orb, yang merekam pola iris mata pengguna sebagai syarat mendapatkan identitas digital World ID dan akses ke ekosistem kripto Worldcoin.

Aplikasi World App/Worldcoin yang viral karena menawarkan uang tunai bagi warga yang bersedia memindai retina matanya memicu pro dan kontra soal keamanan data.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama OJK membekukan sementara izin operasional Worldcoin dan WorldID di Indonesia.

Baca Juga: Ini Cara Buat Email Baru Lewat HP Langsung di Aplikasi Gmail

Langkah ini diambil karena adanya kekhawatiran serius soal keamanan data biometrik (retina mata) yang bersifat sangat sensitif dan tidak bisa diganti jika bocor.

Pemerintah juga memanggil perusahaan terkait untuk klarifikasi dugaan pelanggaran aturan sistem elektronik.

Sementara, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menilai kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan data retina oleh aplikasi World/WorldID cukup berlebihan, jika sistemnya tidak dikelola dengan baik dan sesuai standar keamanan.

Data iris yang dikumpulkan WorldID disimpan secara terenkripsi dan dipecah ke beberapa server berbeda, sehingga sangat kecil kemungkinan bisa disalahgunakan.

Baca Juga: Kapan PKH dan BPNT Tahap 2 2025 Cair? Ini Update Terbaru Aplikasi SIKS-NG per 30 April

Justru, kata Alfons, WordID ini sangat berguna untuk membedakan antara bot dan manusia.

“Metode WorldID ini dia bisa mengidentifikasi orang karena itu maka dia peruskan iris untuk bisa identifikasi orang,” ujarnya.

Secara teknis, aplikasi ini cukup aman jika data dikelola transparan dan sesuai standar keamanan tinggi.

Namun, risiko tetap ada, terutama jika pengawasan, audit, dan perlindungan hukum belum memadai.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana