AYOJAKARTA.COM – Penyanyi senior yang juga merupakan aktris kawakan Indonesia, Titiek Puspa, pada Kamis 10 April 2025 tutup usia pada usia 87.
Selama 67 tahun berkiprah di dunia hiburan tanah air, Titiek Puspa telah mewariskan berbagai macam judul lagu serta film layar lebar.
Sebelum menutup usia, Titiek Puspa diketahui sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Medistra, Jakarta akibat pembuluh darahnya pecah.
Mewakili keluarga, Petty Tunjungsari meminta seluruh masyarakat Indonesia membuka pintu maaf jika selama berkiprah Titiek Puspa yang merupakan ibunya pernah bersalah.
Kepada awak media Petty juga menyebut, jenazah almarhumah akan disemayamkan di Wisma Puspa, Pancoran Timur.
Terlahir dengan nama Sudarwati pada 1 November 1937 di Tanjung Tabalong, Titiek Puspa merupakan anak dari pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Maryam.
Berdarah Jawa, Titiek Puspa yang bercita-cita menjadi guru juga sempat berganti nama menjadi Kadarwati sebelum akhirnya diubah kembali menjadi Sumarti.
Sempat tidak sadarkan diri saat berada di lokasi syuting pada tanggal 26 Maret 2025, dalam sebuah siniar Titiek juga sempat memberi amanat sebelum kepergiannya.
Dalam sebuah siniar, Titiek secara tegas mengakui sangat merasa bersyukur atas berbagai nikmat Tuhan yang dilimpahkan ke Indonesia khususnya seni dan budaya.
Dari Sabang hingga Merauke, di setiap wilayah tersebut menurut Titiek memiliki ajaran serta nilai-nilai yang merupakan warisan turun-temurun dari para Leluhur.
Meski berlimpah dengan beragam ajaran Hikmah, Titiek justru menyayangkan sikap pejabat pemerintah yang dianggapnya kurang memberikan ruang.
Sehingga berbagai warna budaya, kesenian serta tradisi dan kearifan lokal yang merupakan warisan para Leluhur Bangsa, hanya menjadi ajang selebrasi.
Berakar pada kecintaan tersebut, Titiek berharap agar Pemangku Kebijakan Indonesia di masa depan bisa lebih merangkul dan menjaga aspek-aspek ajaran Leluhur.
“Indonesia itu bukan hanya melupakan tradisinya, tetapi sudah ingin meninggalkan, jadi dunia tahu Indonesia itu hanya Bali,” tegas Titiek bercampur geram.
Dilimpahi dengan keberagaman budaya serta kesenian dan adat-istiadat yang sedemikian mengagumkan, Titiek juga berharap agar ruang dan fasilitas kebudayaan disediakan.
Salah satu hal kecil yang dapat berdampak besar terhadap laju peradaban di Indonesia adalah menyediakan Tempat Pertunjukan Kebudayaan.
Aneka jenis kebudayaan dan tradisi yang merupakan warisan para Leluhur Nusantara, menurut Titiek adalah Soko Guru atau Pilar Utama Ajaran sebuah Bangsa.
“Kalian yang muda-muda harus bisa belajar berbudaya, saya hanya tinggal dipanggil,” pinta Titiek sebelum panggilan Tuhan itu hari ini menjelma kenyataan.