Viral

Viral Film Dokumenter Dirty Vote Jelang Pemilu 14 Februari 2024, Bawaslu: Silakan Kritik Kami

Oleh: Dhiajeng Ayu Utri Agustin Senin 12 Feb 2024, 11:19 WIB
Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja

AYOJAKARTA.COM -- Jelang pemungutan suara Pemilu pada 14 Februari 2024 muncul sebuah film dokumenter dengan judul Dirty Vote.

Film dokumenter ini menjadi viral dan telah mendapatkan banyak respons dari masyarakat hingga para petinggi negara.

Salah satunya yaitu Bawaslu yang memberi tanggapan tentang film dokumenter dengan judul Dirty Vote ini.

Baca Juga: Film Dokumenter Dirty Vote Dirilis, Begini Tanggapan Menohok Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto

Rahmat Bagja selaku Ketua Bawaslu mengatakan Bawaslu siap dikritik dan telah melakukan fungsinya dengan baik.

"Silakan kritik kami, proses sedang berjalan. Kami tidak ingin proses-proses ini dianggap tidak benar," ungkap Rahmat Bagja dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Senin 12 Februari 2024.

"Namun pada titik ini, Bawaslu telah melakukan tugas fungsinya dengan baik, tapi tergantung dari perspektif masyarakat juga," lanjut Rahmat Bagja.

Rahmat Bagja juga menegaskan penilaian terkait kinerja Bawaslu ini dikembalikan lagi kepada perspektif masyarakat.

Baca Juga: Film Dirty Vote Rilis Jelang Pilpres 2024, Mantan Mendag RI Sebut Itu Bukan Dokumenter tapi Kampanye Terselubung

Di hadapan para wartawan, Rahmat Bagja juga mempersilakan jika ada yang ingin mengkritisi kinerja Bawaslu.

"Teman-teman jika mengkritisi Bawaslu ya silakan saja. Tidak ada masalah bagi Bawaslu sepanjang kami melakukan tugas fungsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," jelas Ketua Bawaslu tersebut.

Namun, ia juga menegaskan kembali apabila hal tersebut bisa menimbulkan konflik lebih baik untuk dihindari menjelang pemungutan suara Pemilu 2024.

Seperti diketahui sebelumnya, muncul film dokumenter dengan judul Dirty Vote yang dirilis pada Minggu, 11 Februari 2024.

Baca Juga: Jet Tempur Mirage 2000-5 Lanjut Ditunda Lagi, Komisi Sebesar Tujuh Persen Bakal Diusut?

Film yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono ini mengungkap desain kecurangan yang dilakukan dalam pemilu.

Dalam film Dirty Vote tersebut menampilkan tiga Ahli Hukum Tata Negara yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari dan Zainal Arifin Mochtar.

Film ini diunggah di YouTube resmi milik Dirty Vote dan telah ditonton sebanyak 3,7 juta kali.***

Reporter Dhiajeng Ayu Utri Agustin
Editor Fathul Amanah