AYOJAKARTA.COM -- Menjelang pelaksanaan Pilpres 2024, film dokumenter dengan judul 'Dirty Vote' viral dan menjadi sorotan publik.
Film Dirty Vote mengungkapkan adanya kecurangan di balik Pilpres 2024.
Terdapat tiga tokoh atau pakar yang muncul untuk berargumen pada film Dirty Vote, yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.
Berbagai kalangan angkat bicara dan memberikan pendapatnya soal film dokumenter tersebut, salah satunya yaitu mantan Menteri Perdagangan RI (Mendag), Muhammad Lutfi.
Dalam unggahan TikTok akun @mmd.lutfi, mengatakan bahwa jelang Pilpres 2024 memang banyak informasi bertebaran.
"Kita semua tahu, setiap mendekati pemilu banyak informasi informasi yang berseliweran di sosial media," kata Muhammad Lutfi.
Ia lantas langsung memberi pernyataan munculnya film dokumenter Dirty Vote menjelang Pilpres 2024.
Baca Juga: Film 'Dirty Vote Jadi Sorotan, 19 Poin Penting dan Rangkuman Dokumenter Kecurangan Pemilu 2024
"Baru-baru ini, ada film dokumenter baru bernama Dirty Vote karya Dhandi Laksono, sebelum kita terbawa arus saya mau kita bersama-sama cermati fakta-faktanya," terangnya.
Muhammad Lutfi sontak menyebut bahwa Dhandi Laksono pembuat film itu, punya agenda terselubung.
"Dikenal dengan karya-karyanya yang dirilis menjelang pemilu, Dhandi Laksono seolah-olah punya agenda terselubung," lanjutnya.
"Ingat, rayuan pulau palsu diklaim sukses tapi apa iya ironisnya kritik keras tentang reklamasi malah yang dikritiknya yang menjalankannya," imbuh Muhammad Lutfi.
Baca Juga: Muncul Film Dokumenter Dirty Vote, TKN Prabowo-Gibran Beri Tanggapan Menohok: Saya Mempertanyakan...
Mantan Mendag RI itu menyebut salah satu film yang ditujukan kepada Presiden Jokowi yaitu Sexy Killer.
"Sexy Killer pun ditujukan untuk meng-attack pak Jokowi, tapi apa dampaknya?," katanya.
"Dhandi mencoba riding wave kasus 212 dengan Rayuan Pulau Palsu, dan lagi-lagi menyerang pak Jokowi lewat Sexy Killer," lanjut Muhammad Lutfi.
Tak sampai di situ, menurutnya film-film tersebut adalah sebuah opini yang dipaksakan.
Baca Juga: Ramai Film Dokumenter Dirty Vote, TKN Prabowo-Gibran Sebut Fitnah dan Asumsi, Baper?
Terlebih, pada film Dirty Vote disebut sebagai kampanye terselubung oleh salah satu paslon.
"Tapi bukannya kritik yang membangun, malah opini dipaksakan, dan sekarang Dirty Vote. Sebuah film yang kabarnya echo opini salah satu paslon, bukannya dokumenter, ini lebih mirip kampanye terselubung ya," ucapnya.
Terakhir, ia menyatakan bahwa film Dirty Vote jelas pendukung paslon lain.
"Bukti menunjukkan jelas elemen film ini mulai dari kru-nya hingga sutradaranya terang-terangan mendukung capres lain. Berlaga sebagai aktivis yang ingin berbicara tentang negara, padahal mereka mendukung paslon tertentu," ungkapnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Pilpres 1 Putaran Namun Penuh Kecurangan: Memilih Elektabilitas atau Etikabilitas
"Ini bukan pendidikan melainkan propaganda terang-terangan untuk menjelekkan nama Presiden kita," ujar Muhammad Lutfi.***

Share this article
Film Dirty Vote rilis jelang Pilpres 2024, mantan Mendag RI Muhammad Lutfi sebut film itu bukan dokumenter tapi kampanye terselubung.