Viral

Viral Dijuluki 'Bupati Jepang', Lucky Hakim Akui Salah Paham Soal Izin Perjalanan Luar Negeri

Oleh: Fina Salsabila Aura Rabu 09 Apr 2025, 14:39 WIB
Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

AYOJAKARTA.COM - Pada hari Selasa, 8 April 2025, Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah dengan memimpin upacara di alun-alun Kabupaten Indramayu.

Usai melaksanakan apel dan inspeksi mendadak (sidak), Lucky Hakim mengumumkan bahwa dirinya akan segera bertolak ke Jakarta untuk memberikan klarifikasi kepada Kementerian Dalam Negeri terkait perjalanannya ke Jepang yang telah menimbulkan polemik di masyarakat.

Perjalanan tersebut menuai kontroversi karena dilakukan tanpa izin resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Dalam Negeri.

"Dan insyaallah kami berkat julukan viral di media sosial sekarang katanya jadi bupati Jepang, saya ini dimintai klarifikasi keterangannya jadi setelah ini saya langsung lanjut," ujar Lucky Hakim, merujuk pada julukan 'bupati Jepang' yang kini melekat padanya setelah menjadi viral di media sosial.

Dalam penjelasannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa dirinya tidak menggunakan anggaran negara sedikitpun untuk perjalanan tersebut karena murni bukan merupakan perjalanan dinas.

Baca Juga: Prabowo Subianto Diam-Diam Temui Megawati Soekarnoputri, Pengamat Ungkap Potensi Akan Terjadinya Rekonsiliasi Politik

Dalam pembelaannya, Lucky Hakim menjelaskan secara detail bahwa perjalanan ke Jepang bersama keluarganya tersebut sebenarnya telah direncanakan jauh-jauh hari, bahkan sejak masa kampanye pilkada.

"Kepergian saya ke Jepang itu sudah saya rencanakan tahun lalu bahkan tahun lalu ketika masa kampanye itu saya sudah bersama keluarga karena pas kampanye itu kan memang saya tuh setiap hari pergi itu enggak pernah ke rumah enggak pernah sama anak enggak pernah sama keluarga. Jadi saya bilang nanti setelah terpilih nanti mau cuti pergi ke luar negeri," jelas Lucky Hakim.

Ia menambahkan bahwa tiket perjalanan sudah dibeli sejak bulan Desember, sebelum dilantik sebagai Bupati.

Awalnya, perjalanan direncanakan dari tanggal 2 hingga 11 April, dengan mempertimbangkan jadwal sekolah anak-anaknya yang baru dimulai tanggal 14.

Menjelang keberangkatan, ia sempat meminta stafnya untuk membuat surat izin karena melihat ada beberapa hari kerja yang akan terpakai.

Baca Juga: Pemimpin Sekte Jihad Ummah Nekat Jadikan Pengikutnya Mesin Penghasil Endorfin, Gangguan NPD?

Namun, izin tersebut ditolak karena pengajuannya kurang dari 14 hari kerja.

"Saya bilang 'Loh kan masih lama.' Oh enggak Pak bukan masalah lama harinya tapi lama hari kerjanya," ucapnya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk mengubah jadwal pulang menjadi tanggal 6 April malam agar tiba di Indonesia pada tanggal 7 dan bisa kembali bekerja pada tanggal 8 April.

Terkait surat edaran larangan perjalanan selama libur Lebaran, Lucky Hakim mengaku tidak mengetahuinya.

"Malahan saya baru tahu setelah kemarin saya di Jepang ada katanya ada surat edaran enggak boleh pergi dari lebaran ini. Mungkin saya yang salah karena saya mungkin tidak aware ya karena saya enggak enggak lihat ada surat edaran yang enggak boleh pergi di hari lebaran," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa selama masa Lebaran ia masih berada di Indramayu dan melakukan patroli bersama Wakil Bupati.

Sebelum berangkat, ia juga telah melakukan koordinasi dengan Wakil Bupati.

"Pak Wabu ini luar biasa orang ini sangat teliti sampai bilang 'Pak Bupati nanti kalau pergi jangan sampai ada kekosongan kepemimpinan.' Oh iya siap Pak Wabub saya serahkan all out semua untuk Pak Wabub selama saya pergi, pendelegasian," tuturnya.

Terkait sanksi yang mungkin diterimanya, Lucky Hakim menyatakan siap menerima konsekuensi yang akan diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Jamin Tidak Ada Operasi Yustisi, Gubernur Imbau Pendatang Melakukan Hal ini Selama di Jakarta

Sebelumnya, momen liburan Lucky Hakim sempat diunggah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi mengucapkan selamat berlibur untuk Lucky Hakim dan juga mengingatkan agar izin terlebih dahulu jika ingin berlibur ke Jepang lagi.

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Aris Abdulsalam