AYOJAKARTA.COM - Nama Dokter Aisah Dahlan tentu sudah tidak asing lagi di telinga karena ia merupakam sosok yang sering membagi ilmu parenting dan kunci keharmonisan rumah tangga.
Ustazah sekaligus dokter inspiratif, Dokter Aisah Dahlan baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan soal anak yang menggunakan narkoba.
Dokter Aisah Dahlan awalnya menceritakan bahwa adiknya menggunakan narkoba, padahal adiknya itu merupakan anak yang baik-baik.
Baca Juga: 10 Kue Terpopuler di Asia: 3 di Antaranya dari Indonesia, Mana yang Sudah Kamu Coba?
Berangkat dari situ, akhirnya ia pun mendalami soal pengguna narkoba dan ditemukanlah fakta yang mengejutkan.
Berdasarkan risetnya, rupanya anak yang menggunakan narkoba justru cenderung berasal dari anak damai.
Diungkapnya bahwa 60 persen anak yang menggunakan narkoba adalah anak yang otaknya damai yang tidak suka dengan konflik.
“60persen anak yang kena narkoba yang anak watak damai, damai tuh maksudnya yang “iya terserah iya” anak yang nggak suka konflik, makanya susah bilang tidak pada tekanan teman sebaya,” kata Dokter Aisah Dahlan seperti yang dikutip dari YouTube Denny Sumargo.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa anak dengan otak damai memang terkesan penakut sehingga dia tidak suka terlibat dengan konflik
Akhirnya, ketika si anak diajak oleh temannya melakukan hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba dia tidak enak untuk menolak.
Keterbatasan pengetahuan soal narkoba juga menjadi salah satu faktor anak menggunakan narkoba.
Untuk itu, ia menyarankan kepada para orang tua jika memiliki anak dengan otak damai maka ajarilah dia untuk sedikit galak.
“Untuk pola parenting harus tahu kalau kita punya anak damai ajarin juga untuk anak galak sedikit,” katanya.
Hal itu agar si anak dapat menolak ajakan hal yang tidak benar oleh teman atau lingkungan sekitar.
“Malah yang punya anak galak “anak saya galak Bu Aisah”, syukur dulu, kenapa? Bandar takutlah sama anak galak,” ujarnya.
Sehingga, menurut keterangannya anak yang memiliki watak galak justru hanya 10 perseng yang menjadi pengguna narkoba karena dia tidak takut untuk menolak ajakan.
“Makanya anak yang mengatur atau sedikit tegas itu cuma 10 persen yang kena,” terangnya.***