Viral

Buntut Ungkapan Politik Dinasti, Kaesang Persilakan Ade Armando Hengkang dari PSI

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Kamis 07 Des 2023, 17:40 WIB
Kaesang Pangarep, secara terbuka mempersilakan Ade Armando untuk meninggalkan partai jika tidak bisa mematuhi konstitusi negara.

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, secara terbuka mempersilakan kader partainya, Ade Armando, untuk meninggalkan partai jika tidak bisa mematuhi konstitusi negara.

Pernyataan ini disampaikan Kaesang kepada wartawan yang menanggapi blunder Ade Armando yang menyatakan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai praktik politik dinasti yang sesungguhnya.

Dalam pernyataannya, Kaesang menegaskan ketaatannya terhadap konstitusi, terutama dalam konteks keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami dari PSI taat sama konstitusi apalagi yang menyangkut dengan daerah keistimewaan dari Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Kaesang, dikutip dari kompasTV, Kamis 7 Desember 2023.

Pria yang merupakan putra dari Presiden Joko Widodo ini juga memberikan opsi kepada kader-kader lainnya yang tidak mampu mengikuti aturan-aturan dasar partai.

"Mau itu juga buat Bang Ade maupun kader yang lain. Yang nggak bisa taat silahkan keluar saja dari PSI dan saya sekarang bagian dari Yogya saya kemarin juga menikah di Yogya," tambahnya.

Baca Juga: Alasan Kaesang Minta Debat Khusus Cawapres Tetap Diadakan, Ternyata Karena Ini!

Hingga berita ditayangkan, belum ada tanggapan dari Ade Armando.

Diberitakan sebelumnya, Ade Armando melalui video di akun media sosialnya menyatakan bahwa BEM UI dan UGM hanya diam saja terkait politik dinasti.

Pernyataan Ade Armando ini diunggah di akun X-nya pada 3 Desember. Namun belakangan video tersebut sudah dihapus

Berikut adalah kutipan lengkapnya.

"Terus terang saya meragukan keseriusan para mahasiswa memperjuangkan demokrasi.

Misalnya saja saya baca bahwa ada gerakan aliansi mahasiswa di Jogja melawan politik dinasti.
Di video pendeknya tampil ketua BEM UI dan Ketua BEM UGM. Mereka menggunakan kaos bertuliskan republik raja kerajaan.

Ini ironis sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti dan mereka diam saja.

Anak-anak BEM ini harus tahu dong, kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Gubernurnya dipilih tidak melalui pemilu. Gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono X yang menjadi gubernur karena garis keturunan.

Ini ditetapkan melalui Undang-undang keistimewaan Yogyakarta yang dilahirkan pada 2012 dan salah satu anggota DPR yang berperan besar dalam kelahiran UU itu adalah Wakil Ketua panitia kerja di DPR yang bernama Ganjar Pranowo.

Pertanyaanya kenapa mahasiswa diam saja menyaksikan politik dinasti yang jelas-jelas bertentangan dengan konstitusi ini.

Apakah mereka takut? atau memang nggak paham apa arti politik dinasti?

Ayo gunakan akal sehat, karena hanya dengan akal sehat Indonesia akan selamat."

Akibat pernyataan tersebut sejumlah warga Yogyakarta yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta untuk Sinambungan Keistimewaan atau disebut Paman Usman mengajak warga setempat untuk melakukan aksi protes.

Baca Juga: Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Diragukan, Pengamat Politik Ungkap Rahasia Gibran Menang di Pilkada Solo

Aksi yang mengajak massa mengenakan pakaian nuansa adat Jogja tersebut bertajuk "Tangkap Ade Armando Penista Sejarah Yogya."

Paman Usman bahkan mengultimatum PSI jika tidak memberikan tindakan tegas, pihaknya akan "membersihkan" PSI dari Yogyakarta.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Aris Abdulsalam