AYOJAKARTA.COM – Jagad Tiktok dibuat heboh dengan unggahan pengguna yang merekam usaha seorang perempuan muda diduga penderita baby blues dengan bayinya.
Dari unggahan viral tersebut, terlihat seorang perempuan muda yang diduga penderita baby blues berusaha membuang bayi mungilnya ke lintasan kereta api.
Beruntung beberapa petugas di Stasiun Pasar Minggu segera bertindak dengan mengamankan perempuan muda penderita baby blues tersebut.
Dengan ramainya unggahan video tersebut, sejumlah warganet langsung memberikan tanggapan yang beragam.
Selain memberi apresiasi kepada petugas yang bertindak cepat, meminta ibu muda untuk berbagi beban, ada juga warganet yang merasa sedih karena belum memiliki keturunan.
“Nangis liatnya Ya Allah, aku pejuang garis dua, kasian banget denger dede nangis, kasian juga ibunya, mungkin baby blues ya,” tulis pemilik akun @*ises*
Dari unggahan video pemilik akun Tiktok @akaross_ tersebut, ada juga warganet yang menganggap perempuan muda tersebut mengalami Postpartum.
“Semua orang bilang baby blues, itu bukan babyblues, tapi depresi postpartum, dia butuh pertolongan psikolog atau psikiater,” tulis seorang warganet Anoname.
Baca Juga: Malas Seharian? Bisa Jadi Kamu Terkena Depresi, Ini Dia 6 Tandanya
Baby Blues maupun Depresi Postpartum merupakan dua hal yang bisa saja terjadi pada setiap perempuan pasca melahirkan.
Depresi sendiri adalah suatu kondisi dimana perasaan sedih dan berkepanjangan telah mempengaruhi semua aspek hidup.
Seseorang yang mengalami depresi akan mengalami kondisi yang disebut dengan Anenergia, Anhedonia dan Afek Depresi.
Anenergia adalah perasaan lemah dan lemas berkelanjutan, Anhedonia adalah murung berkepanjangan, sedangkan Afek Depresi adalah ekspresi wajah.
Apabila ketiga kondisi tersebut dialami seorang perempuan setelah melahirkan, maka disebut dengan istilah Depresi Postpartum.
Berbeda dengan Babyblues syndrome yang relatif berlangsung singkat sampai dua pekan pasca melahirkan, Depresi Postpartum membutuhkan penanganan lanjutan.
Seorang perempuan yang mengalami depresi postpartum juga memiliki tanda atau gejala lain yang lebih membutuhkan pertolongan.
Penderita depresi postpartum biasanya akan mengalami rasa tidak berguna, tidak tertolong, serta sulit mengingat peristiwa dengan rinci.
Salah satu hal yang membuat penderita postpartum perlu penanganan khusus adalah adanya potensi atau keinginan untuk melukai diri bahkan harakiri.
Intensitas atau kecenderungan perasaan atas kondisi yang dialami, setiap orang memiliki perbedaan tergantung ketahanan mental seseorang.
Dalam sejumlah kasus, seorang yang mengalami gangguan depresi postpartum juga berusaha menghindar atau menarik diri dari orang-orang terdekatnya.
Adanya perasaan marah, kecewa, sedih dan rendah diri yang berkepanjangan, terkadang mendatangkan keinginan untuk membuang atau menyingkirkan bayinya.
Demikian penjelasan depresi postpartum yang dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 7 September 2023 dari kanal Youtube Tanyakan Dokter.