AYOJAKARTA.COM -– Ponsel pintar atau smartphone bisa dibilang menjadi barang wajib yang harus dimiliki saat ini.
Pasalnya di era sekarang ini, hampir segala sesuatu mulai dari pekerjaan, pelayanan, sekolah, dan lain sebagainya memerlukan smartphone.
Tak hanya itu, seluruh komunikasi juga dilakukan melalui benda canggih yang memiliki sejuta fungsi ini.
Maka dari itu tak heran jika pabrik smartphone setiap tahunnya berlomba-lomba mengeluarkan produk terbaru mereka.
Namun sepertinya tren smartphone terbaru tidak berlaku bagi sejumlah Gen Z di wilayah Amerika Serikat.
Pasalnya, sejumlah Gen Z di Amerika Serikat justru memilih beralih ke HP jadul dan baru-baru ini hal tersebut malah menjadi tren baru.
Trend pindah dari smartphone ke HP jadul
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @milenialzkece pada (14/1/2023), menginformasikan soal tren baru yang sedang diikuti oleh remaja di Amerika Serikat tersebut.
Dijelaskan jika tren tersebut berawal dari remaja yang menerapkan gaya hidup bebas smartphone dan internet.
Remaja tersebut kemudian membentuk sebuah klub yang bernama The Luddite Club, yang mana komunitas ini sengaja dibentuk untuk membebaskan diri dari kecanduan smartphone.
Lantaran sudah tidak bermain smartphone, klub ini kemudian membuat berbagai kegiatan sederhana.
Misalnya seperti janjian bertemu di taman, mematikan handphone, membaca, melukis, dan saling mengobrol.
Kegiatan tersebut mereka lakukan setiap minggu, tidak peduli hari tersebut sedang hujan, cerah, ataupun turun salju.
Lalu saat waktu berkumpul, mereka tidak akan menghubungi satu sama lain untuk janjian, namun mereka sendiri yang akan datang ke klub The Luddite Club secara langsung.
Para anggota di komunitas The Luddite Club ini bahkan mengaku jika mereka juga berhasil merubah gaya hidup mereka.
Hal itu terjadi semenjak mereka memutuskan mengurangi bermain handphone secara berlebihan.
Gaya hidup baru yang mereka jalani seperti membawa buku saat di transportasi publik, bangun lebih awal, hingga merasa lebih aktif saat di sekolah.
Tak sedikit pula anggota The Luddite Club yang menjadi lebih kreatif serta lebih fokus pada hal yang seharusnya dilakukan.
Wah, sepertinya komunitas seperti ini juga bisa dibuat oleh kaum Gen Z di Indonesia lho, kira-kira ada yang mau ikutan? ***(Dyah Arum Ratri)