AYOJAKARTA.COM - Tragedi kematian korban dukun Slamet Tohari yang menggemparkan masyarakat akhirnya terkuak. Kini, jumlah korban tewas akibat ulah sang dukun mencapai 12 orang.
Jenazah semua korban ditemukan terkubur di kebun yang terletak di wilayah Wanayasa Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kejadian ini pertama kali terungkap saat polisi menerima laporan dari anak salah satu korban bahwa sang ayah menghilang dan terakhir berada di kediaman Slamet Tohari.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menemukan mayat pertama di kebun tersebut. Pencarian pun dilakukan dan ditemukanlah 11 jenazah korban lainnya.
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui kanal YouTube Kompas TV pada 6 April 2023, sang istri dari Slamet Tohari, yang diketahui bernama Seneh, mengaku tidak mengetahui bahwa suaminya terlibat dalam praktik dukun dengan dalih bisa menggandakan uang.
"Saya tidak tahu kalau suami saya dukun pengganda uang. Saya tahunya pas masuk TV (jadi berita)," terang Seneh.
Ia mengaku heran dengan aktivitas suaminya yang sering pergi dan jarang kembali ke rumah.
Menurut Seneh, suaminya merupakan orang yang baik dan tidak pernah melakukan kejahatan. Suaminya dikenal pendiam di masyarakat dan jarang pulang ke rumah.
Lebih lanjut, Seneh tidak menampik banyaknya tamu asing atau dari luar daerah Desa Balun yang berkunjung dan ingin bertemu suaminya.
Baca Juga: ASTAGA! Korban Kesadisan Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Bertambah, Dua Mayat Ditemukan Lagi
"Tamu memang ada, saya biasanya buat minum, lalu mereka (para tamu) pulang setelah selesai ngobrol," jelas Seneh.
Lebih lanjut, dari hasil penyelidikan polisi, terungkap bahwa Slamet Tohari merupakan seorang residivis pemalsuan uang. Tersangka pernah ditangkap di Pekalongan, Jawa Tengah pada tahun 2019 lalu.
Masyarakat yang mengetahui kabar ini merasa sangat terkejut dan prihatin dengan kejadian ini.
Banyak yang mengutuk tindakan Slamet Tohari yang telah merugikan banyak orang. Polisi pun terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti untuk menuntaskan kasus ini.
Bahkan pihak kepolisian Banjarnegara membuat Posko Layanan Pengaduan Orang Hilang, mengingat banyak korban yang belum diidentifikasi.
Keluarga korban yang tewas akibat ulah Slamet Tohari merasa sangat sedih dan kehilangan. Mereka berharap agar pelaku segera diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan.***