AYOJAKARTA.COM - Penyelidikan kasus dukun pengganda uang Banjarnegara masih usai oleh pihak kepolisian.
Update terbaru kasus dukun pengganda uang Banjarnegara, kini ditemukan kembali sejumlah 2 orang korban yang tewas di tangan sang dukun.
Sehingga dari seluruh korban yang meninggal akibat ulah dukun pengganda uang Banjarnegara tersebut adalah 12 orang.
Baca Juga: WADUH! Pegawai IKN Belum Digaji Berbulan-bulan? Ini Jawaban Singkat Mahfud MD
Dilansir Ayojakarta.com pada siaran Kompas TV, Kamis (6/4), 2 korban yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi.
Dimana kedua korban tersebut rupanya adalah sepasang suami istri, dan diketahui pasangan itu berasal dari daerah Lampung.
Kedua jenazah yang berhasil ditemukan itu kemudian kini dibawa ke Rumah Sakit Margono Soekardjo, Purwokerto untuk selanjutnya akan dilakukan tindakan autopsi.
Sementara itu, menurut pihak kepolisian, tersangka ST alias Mbah Slamet sendiri telah mengakui bahwa dia membunuh mereka.
Baca Juga: Ternyata Suami Istri Dilarang Bermesraan Saat Bulan Ramadan, Ini Kata Habib Husein Jafar Al Hadar!
Dari hasil penemuan jenazah baru tersebut, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi kejadian.
Hal itu guna memastikan ada tidaknya tambahan korban akibat ulah keji dukun pengganda uang Banjarnegara tersebut.
“Slametnya ini sudah mengakui,” ujar AKBP Hendri Yulianto, Kapolres Banjarnegara.
Baca Juga: Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Beras Diganti dengan Uang? Ini Penjelasannya!
Sebelumnya heboh atas penemuan 10 mayat yang dikubur di sebuah kebun yang ternyata ada korban yang tewas akibat bergaul dengan dukun pengganda uang.
Ke-10 korban tersebut merupakan pasien sang dukun yang rupanya adalah dukun palsu.
Motif ST atau Mbah Slamet (sang dukun) membunuh korbannya adalah karena kesal dengan para korban yang menagih uang mereka.
ST menjanjikan uang para korban tersebut akan berlipat ganda menjadi milyaran rupiah setelah diberikan kepadanya dan melakukan beberapa ritual.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Lupa Saat Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Modus ST sendiri dalam membunuh para korbannya adalah dengan memberikan racun berupa racun ikan atau potas.
Racun tersebut dicampurkan kedalam minuman korban dengan dalih salah satu proses ritual penggandaan uang.
Kasus tersebut berhasil terungkap usai anak salah satu korban (PO) melaporkan kehilangan ayahnya ke pihak kepolisian.
Sang anak memberikan bukti chat terakhir sang ayah yang mengirimkan petunjuk lokasi terakhirnya bersama sang dukun.
Rupanya korban PO juga telah ditemukan tewas dikubur di jalan setapak menuju hutan oleh ST.***

Share this article
Astaga! Korban kesadisan dukun pengganda uang di Banjarnegara bertambah dua orang setelah sebelumnya ditemukan 10 jenazah. Simak di sini!