AYOJAKARTA.COM - Sebuah video viral di platform Twitter yang memperlihatkan aksi seorang ayah yang tega memukuli anaknya tanpa henti.
Video 45 detik yang diunggah oleh akun Twitter dengan username @Daeng_info (29/3/2023) tersebut membuat semua orang yang melihat mengelus dada.
Tubuh kecil anak laki-laki tersebut terlihat dipukuli dengan bertubi-tubi oleh ayahnya dengan menggunakan sebilah kayu.
Kendati sang anak sudah meminta ampun seraya berteriak menangis kesakitan dan berjanji untuk tidak mengulangi, sang ayah terus memukul dengan mengucapkan kalimat bahasa daerah "kamu merusak saja, masih mau ulangi?".
Selain itu terdengar juga perkataan dari seorang wanita yang diduga si ibu yang mengatakan bahwa ayah dari bocah tersebut telah mencarinya setengah mati kemarin.
Kejadian yang berada di wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tersebut akhirnya mendapatkan perhatian dari perangkat desa setempat.
Hingga pada akhirnya ayah dari bocah diketahui bernama Taming membuat surat pernyataan yang berisikan pengakuan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan sebuah kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulang lagi.
"Dengan ini saya menyatakan bahwa,
Saya mengaku salah atas tindakan yang saya lakukan tersebut diatas
Saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut diatas
Apabila di kemudian hari saya mengulangi perbuatan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," tulis Taming dalam surat pernyataanya.
Sebagian besar warganet yang melihat kejadian tersebut banyak yang menyayangkan aksi orang tua yang melakukan pemukulan dalam mendidik anak.
Namun tak banyak juga yang memaklumi karena beberapa warganet yang lahir pada tahun 90 an merasakan hal tersebut.
"Anak tidak kenapa kenapa kan daeng? Kasian melihatnya, gak tega.Saya yg lagi merantau jauh dari anak, setiap malam netes sendiri air mata karna rindu dg anak, saya keras mendidiknya tapi tak sampai pakai kekerasan. Semoga anak nya sehat sehat ya," tulis akun @Argabanyu_**.
Baca Juga: Enek Dengar Kebohongan, Relawan Indonesia Bersatu Laporkan SF Hariyanto ke Bareskrim Polri
Banyak yang komentar setuju dgn tindakan Bapak tersebut dengan dasar aku dulu lebih parah dari itu dipukulnya.
"Lucu sekaligus miris ngeliatnya. Aku sendiri pernah jadi anak dan skrg pun menjadi Bapak. Pernah juga dipukul tapi gak kepikiran buat nerusin kebiasaan itu ke anakku," tulis akun @basid****.
"Hey apa kabar anak 90.an ? gimana didikan dulu apakah bikin trauma?" tulis akun @Oxrizaldi.***