AYOJAKARTA.COM – Mencuat lagi salah satu kasus pamer kekayaan yang dilakukan oleh satuan Polri. Kasatlantas Polres Malang terindikasi memiliki banyak barang mewah.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita Manurung masih dalam pemeriksaan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur (Jatim).
Hal itu menyusul adanya video viral mengenai dirinya yang terlihat sedang memamerkan gaya hidup mewahnya atau flexing.
Baca Juga: Mbah Moen Janjikan Nikmat Besar yang akan Didapat Dalam Bulan Ramadan Jika Lakukan Hal Ini
Berdasarkan klasifikasinya kepada institusi Polri mengenai video yang viral tersebut, polisi wanita berpangkat tiga balok ini mengaku jika barang yang tengah menjadi sorotan warganet tersebut bukan miliknya.
Barang barang mewah yang terlihat dalam video merupakan instagram malang rabarang milik temannya, pemberian orang tua, dan ada juga yang merupakan barang KW alias jiplakan.
Di sisi lain, Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana juga turut bersuara mengenai adanya video viral yang menyoroti gaya hidup anggotanya tersebut.
Menurutnya, sejak video tersebut viral, pihaknya telah mengambil tindakan untuk memastikan kebenarannya.
Baca Juga: Gempa Bumi M 5,5 Guncang Wilayah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Postingan video itu diketahui berasal dari TikTok dan di unggah pada Jumat 24 Maret 2023.
Mendapat laporan tersebut, Seksi Propam Polres Malang segera mendalami materi video yang tengah viral di media sosial tersebut.
Yang bersangkutan pun menyebutkan bahwa aoa yang ada di video tidak sama.
Kemudian Kapolres Malang menginstruksikan untuk melakukan verifikasi guna mencari tahu kebenaran tentang klasifikasi yang telah disampaikan oleh AKP Agnis Juwita Manurung.
Klarifikasi menunjukan bahwa barang yang dimiliki berbeda tidak seperti yang digambarkan dalm video yang beredar.
Selain melakukan verifikasi, kepolisian resor Malang juga menelusuri asal muasal barang yang terpampang dalam video viral tersebut.
Baca Juga: Asik! THR PNS 2023 Akan Cair Lebih Cepat dengan Penambahan Loh, Cek Besarannya di Sini
Dari bukti yang diberikan oleh Agnis itulah, diketahui bahwa sebagian barang yang dijadikan bahan sebagai pamer tersebut memang bukan miliknya, melainkan dibelikan oleh orang tuanya, hasil meminjam, dan bahkan ada yang barang KW.***