AYOJAKARTA.COM – Menjelang Idul Fitri 2023, modus baru pencopetan terus bermunculan salah satunya adalah dengan menggunakan petasan sebagai pengalih perhatian.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa tindak kriminal pencopetan akan meningkat pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2023 karena kebutuhan masyarakat yang semakin banyak dan harga barang-barang yang naik membuat sejumlah orang mengambil jalan pintas dengan melakukan pencopetan untuk memenuhi kebutuhan.
Ditambah lagi dengan banyaknya kerumunan yang muncul menjelang Hari Raya Idul Fitri 2023. Contohnya saja pusat perbelanjaan yang menjadi semakin ramai, ini menjadi sasaran empuk untuk para pelaku pencopetan.
Baca Juga: Jelang Rapat dengan Komisi III, Mahfud MD Sudah Beri Ultimatum : Pemerintah Bukan Bawahan DPR!
Aksi pencopetan juga bisa terjadi di kerumunan lain selain di pusat belanja, misalnya ketika sedang menonton konser.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @terangmedia (28/3/2023), telah terjadi pencopetan pada kerumunan konser Armada di Alun-alun kota Probolinggo.
Kronologinya adalah ada seorang bapak yang sedang menonton konser Armada sembari membaha handphone.
Ketika sedang asik menonton, tiba-tiba saja ada suara petasan pada keramaian tersebut. Diduga petasan ini sengaja dinyalakan oleh komplotan pencopet untuk mengalihkan perhatian.
Saat perhatian bapak tersebut lengah oleh suara petasan, tiba-tiba saja handphone yang berada di tangannya telah hilang. Kejadian ini terjadi pada Minggu (26/3/2023).
Secara kebetulan aksi pencopetan ini terekam oleh salah satu penonton yang sedang merekam penampilan dari Band Armada.
Terlihat ada sejumlah pemuda berkaos hitam tiba-tiba mendekati korban. Saat petasan dibunyikan, sejumlah pemuda sengaja mendorong si korban.
Jadi pada saat itu perhatian korban tidak hanya teralihkan hanya dengan suara petasan saja tetapi juga dengan dorongan dan desakan dari penonton lain yang diduga merupakan bagian dari komplotan.
Setelah bunyi petasan berhenti dan handphone milik korban sudah raib maka sekelompok remaja tadi segera menjauhi korban.
Ini merupakan modus baru yang cukup cerdik karena di bulan Ramadan memang identik dengan banyak anak-anak yang bermain petasan.
Hal ini dimanfaatkan oleh komplotan pencopet untuk mengalihkan perhatian korban sementara anggota komplotan yang lainnya menjalankan tugasnya untuk mengambil benda berharga milik korban.
Baca Juga: Bagaimana Cara Bayar Utang Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui? Begini Jawaban Lengkap Buya Yahya!
Kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat agar selalu berhati-hati terutama ketika sedang berada di keramaian, dan barang berharga yang sedang dibawa dianjurkan untuk diletakkan di tempat yang sulit terjangkau oleh orang lain.***