AYOJAKARTA.COM -- Kelakuan para oknum nakes Puskesmas Lambunu 2, Sulawesi Tengah baru-baru ini viral hingga membuat nama BPJS auto trending di platform media sosial Twitter.
Pasalnya kelakuan oknum nakes Puskesmas Lambunu 2 tersebut bukannya memberikan contoh yang baik terkait pelayanan kesehatan, justru membuat konten diskriminatif untuk pasien BPJS dan pasien umum.
Diskriminasi yang dibuat ketiga oknum nakes Puskesmas Lambunu 2 terkait perbedaan pelayanan BPJS dan umum akhirnya viral dan panen hujatan dari netizen.
Rupanya tak hanya disitu saja kelakuan minus oknum nakes itu, salah seorang nakes tersebut rupanya mengunggah video dirinya tengah ngevape atau merokok elektrik di ruang poli pelayanan Puskesmas Lambunu 2.
Konten terkait dirinya yang tengah ngevape atau merokok di ruang pelayanan atau poli beberapa kali diunggahnya pada akun media sosial Tiktok milik sang nakes @rintobelike2.
Kelakuan minus sang nakes itupun akhirnya habis dihujat dan dikuliti netizen.
Seperti cuitan salah satu netizen berikut yang geram dengan perilaku nakes yang diduga bernama Rinto tersebut.
Bahkan sang akun yang menanggapi perilaku Rinto tersebut tak segan-segan menanyakan kepada Dinkes Sulawesi Tengah hingga Kementerian Kesehatan RI.
“Oh gini ya kelakuan provider... Puskesmas Lambunu 2 nih. Catet. Dinkes Sulteng penataran attitude pegawainya gimana ini? Ngevape di poli?,” cuit akun @moonrivelle seperti dikutip Ayojakarta.com Sabtu (18/3).
Menurut akun tersebut, keterangan pada Puskesmas Lambunu 2 juga telah diubah menjadi Non-BPJS padahal untuk semua faskes pemerintah harus bekerjasama dengan BPJS.
“Tiba2 di gmaps ganti "Non-BPJS Community blabla". Mana ada faskes pemda yang ga kerjasama dengan BPJS? :) @KemenkesRI @ditpromkes,” sambungnya di dalam cuitan yang sama.
Dalam cuitan si akun tersebut juga diunggah pula video sang nakes yang tengah merokok di ruang poli pelayanan pada saat sedang bertugas.
Ada juga screen capture akun TikTok sang nakes dan Gmaps dari Puskesmas Lambunu 2 yang menuliskan keterangan Non-BPJS.
Kini pihak oknum dari Puskesmas Lambunu 2 tersebut diketahui telah memberikan permohonan maaf melalui sebuah video bersama Kepala Puskesmas Lambunu 2.
Kelakuan minus para oknum nakes tersebut pun terus mendapat sorotan dari para netizen yang meminta ketiganya untuk dipecat.***(Rosandra Gisca Andyna)