Viral

Blak-blakan! Sri Mulyani Klarifikasi Soal Buntut Penganiayaan David yang Seret Intansi DJP: Saya Emosi...

Oleh: Zharifah Ardiana Senin 06 Mar 2023, 13:17 WIB
Blak-blakan Akhirnya Buka Suara, Sri Mulyani Klarifikasi Mengaku Emosi karena Penganiayaan David?: Saya Emos..

AYOJAKARTA.COM -– Menjadi perbincangan warganet dan masyarakat secara meluas selama beberapa pekan, Menteri Keuangan Sri Mulyani buka suara terkait kasus-kasus di Kementerian Keuangan.

Secara blak-blakan ia mengaku bahwa ia emosi dengan Mario Dandy. Hal ini membuat Sri Mulyani menjelaskan secara lengkap agar tidak terjadi kesalahpahaman karena penjelasan yang sering dipotong di era media sosial saat ini.

Dikutip melalui kanal Youtube Metro TV pada 6 Maret 2023 oleh ayojakarta.com, Sri Mulyani mengungkapkan beberapa hal terkait pengakuan bahwa ia emosi, terhadap penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy.

Sri Mulyani Klarifikasi Soal Buntut Penganiayaan David

Baca Juga: Dilema Kementerian Keuangan Hadapi Krisis Kepercayaan Publik, Sri Mulyani: Negara Tidak Bisa Berjalan

“Saya jelaskan ya, secara lengkap, jangan dipotong-potong,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani sebagai ibu, wanita, masyarakat mengaku bahwa ia merasa emosi, marah, kesal, atas penganiayaan yang menimpa David Ozora.

“Ya saya mengaku emosi, sebagai ibu pasti marah, kesal, atas penganiayaan yang terjadi,” terang Sri Mulyani.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan alasan emosinya sebagai Menteri Keuangan.

"Moral masyarakat dan yang harus kita fokuskan adalah kasus penganiayaannya memang menyebut nama tersangka, tetapi dengan embel-embel anak pejabat Dirjen Pajak (DJP)," jelas Sri Mulyani.

Pemberitaan dan narasi yang beredar, dimana Mario Dandy disangkut pautkan dengan, "Mario Dandy, anak pejabat pajak."

Baca Juga: Sri Mulyani Sampaikan BBM Bisa Naik Tiga Kali Jika Masyarakat Tak Bayar Pajak, Netizen: Silahkan Naik..

Sri Mulyani mengaku itu mencederai rasa kepercayaan masyarakat dan kredibilitas terhadap Dirjen Pajak dan Bea Cukai. Bahkan sejak ia berusaha membangun kepercayaan masyarakat saat pertama menjabat sebagai Menteri Keuangan tahun 2005.

Selain itu, ia mengaku pencopotan jabatan yang viral tersebut karena azas ketidakpantasan terhadap masyarakat. Media sosial berperan penting.

"Media sosial berperan penting karena adanya forum, 2016 dahulu saat saya kembali menjadi Menteri, adanya media mainstream, masyarakat bisa berkomentar, tetapi tidak menjadi forum," terang Sri Mulyani membahas pengaruh pandangan warganet.

Baca Juga: Imbas Penganiayaan Anak Pegawai DJP, Sri Mulyani Diminta Berbenah ASN yang Seperti Ini

Menurut Sri Mulyani tugasnya adalah kembali memupuk kepercayaan masyarakat dan membangun kredibilitas dari Kementerian Keuangan, terutama Dirjen Pajak dan Bea Cukai pasca viralnya gaya hidup mewah para mantan pejabatnya.

Sri Mulyani mengungkapkan banyak pejabat lain yang memiliki harta beresiko. Tetapi, ia memerlukan bukti lebih kuat untuk menindaklanjuti pejabat-pejabat tersebut.

"Banyak juga yang jujur dan bekerja dengan serius," terang SM.

Selanjutnya Sri Mulyani berharap agar masyarakat kembali mempercayai instansinya pasca 'bersih-bersih' yang ia lakukan. Bahkan setelah pencopotan dua pejabat dengan harta janggal, Sri Mulyani menjadi disebut tangan besi.***(Zharifah Ardiana)

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Wahyu Vitaarum