Viral

KPAI Minta Kaji Ulang Aturan Siswa Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT, Ini Alasannya!

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Kamis 02 Mar 2023, 13:58 WIB
Siswa di NTT masuk sekolah Jam 5 Pagi

AYOJAKARTA.COM - Viral di media sosial mengenai kebijakan baru Pemerintah Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) terkait jam masuk siswa SMA (Sekolah Menengah Atas).

Hal ini menjadi sorotan publik lantaran Gubernur NTT menetapkan kebijakan baru yaitu siswa SMA wajib masuk pukul 05.00 WITA.

Berbagai pihak turut memberikan tanggapan atas kebijakan jam masuk sekolah siswa SMA di NTT tersebut.

Sangat berbeda dengan wilayah lain yang umumnya masuk sekolah pukul 07.00, Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Gubernur NTT malah membuat aturan siswa SMA masuk pukul 05.00.

"Sebuah video yang menampilkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat meminta siswa SMA dan SMK di Kota Kupang untuk memulai jam pelajaran pada pukul 05.00 Wita, viral di media sosial," tulis keterangan pada akun Instagram @faktanyagoogle.

Baca Juga: AG Kekasih Mario Dandy Meminta Perlindungan Anak, KPAI Tak Pandang Bulu : Salah Ya Tetap Salah

Pada video yang beredar, diketahui bahwa Gubernur NTT tersebut menghimbau siswa SMA agar disiplin waktu.

Menurut Viktor Bungtilu Laiskodat, murid SMA memiliki waktu tidur mulai pukul 22.00 dan harus bangun pukul 04.00 WITA.

Siswa SMA di NTT tersebut diminta untuk terbiasa bangun pagi pukul 04.00 WITA dan bersiap untuk berangkat sekolah selama 30 menit.

Viktor didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi mengonfirmasi bahwa SMA Negeri 6 Kupang sudah memberlakukan jam pelajaran pertama pukul 05.00 WITA.

Menurut AASM (American Academy of Sleep Medicine, waktu tidur yang diperlukan untuk usia remaja 13-18 tahun yakni antara 8-10 jam per hari.

Baca Juga: Pacar Mario Dandy Berlindung ke KPAI, Komisioner KPAI: Perlindungan dalam Hal Apa?

Dikutip Ayojakarta.com dari sleepfoundation.org pada Kamis (2/3/2023), ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan tidur pada usia remaja, di antaranya:

1. Tidur larut dan jam masuk sekolah

Remaja cenderung kuat begadang di malam hari dan tidur lebih lama hingga pagi bahkan pukul 8-9 pagi.

Setiap individu umumnya memiliki ritme sirkadian yakni siklus alami yang mengatur berbagai peran tubuh termasuk siklus bangun-tidur yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.

Pada masa pubertas ada yang menyebabkan ritme sirkadian itu bergeser, yakni produksi melatonin pada remaja yang mana lebih lambat dari pada anak-anak dan dewasa.

Hormon melatonin ini akan diproduksi tubuh pada malam hari yang membantu meningkatkan tidur.

Pada remaja produksi melatonin lebih sedikit sehingga menyebabkan mereka kuat begadang.

Sementara jam masuk sekolah menuntut mereka untuk bangun lebih pagi.

Tentu hal ini akan mempengaruhi ritme sirkadian dan memperburuk siklus tidur mereka.

Baca Juga: KPAI Ungkap Konten Ria Ricis Dan Teuku Ryan Ajak Moana Naik Jetski Merupakan Eksploitasi Anak

2. Jadwal kegiatan padat yang membuat stres

Umumnya di usia remaja banyak yang memiliki jadwal kegiatan yang padat.

Mulai dari tugas sekolah, pekerjaan rumah, kehidupan sosial, kegiatan masyarakat dan lainnya yang menyita waktu.

Hal itu seringkali memaksa remaja untuk begadang setiap minggunya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah.

Untuk mengelola waktu dalam mengerjakan banyak kegiatan setiap harinya, seringkali remaja akan stres dan akan menyebabkan mereka mengalami gangguan tidur serta insomnia.

Baca Juga: Sebut Rizky Billar Bisa Berubah Apabila Diterapi Karakter, Ketua KPAI Menjelaskan Alasannya!

3. Penggunaan gadget

Berdasarkan survei ditemukan bahwa lebih dari 89 persen remaja menggunakan gadget sepanjang malam.

Cahaya terang atau biru yang timbul dari gadget dapat menunda pelepasan melatonin dan dapat menimbulkan seseorang susah tidur.

4. Gangguan tidur

Beberapa remaja mengalami gangguan tidur karena faktor medis.

Di antaranya seperti restless legs syndrome atau dorongan untuk sering menggerakkan kaki, terutama pada malam hari dan sleep apnea atau henti napas saat tidur.

Baca Juga: KPAI Apresiasi Kepolisian Setelah Meringkus Dua Pelaku Ekploitasi Seksual pada Anak di Bawah Umur

5. Kesehatan Mental

Hal lain yang dapat menjadi penyebab gangguan tidur pada remaja adalah kesehatan mental.

Beberapa remaja yang mengalami kesehatan seperti depresi atau gangguan stres pasca trauma (PTSD) umumnya susah mengatur jam tidur.

Tidur yang tidak cukup justru akan mempengaruhi keseimbangan emosi pada remaja.

Sementara itu KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menanggapi hal tersebut dengan menghimbau agar kebijakan aturan jam masuk anak SMA dikaji ulang.

"Namun demikian juga patut dikaji lagi apakah cukup dengan menambah jam ataukah sebenarnya ada hal yang lebih strategi," kata Aris Edi Leksono, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Kamis (2/3/2023).

"Misalkan peningkatan SDM guru, dukungan sarana prasarana, peningkatan soal gizi, membangun lingkungan budaya pembelajaran," sambungnya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Fathul Amanah