AYOJAKARTA.COM - Berita membanggakan datang dari sosok bocah usia 8 tahun asal Kabupaten Kupang NTT salah satu daerah miskin di Indonesia, yang berhasil menjadi juara 1 kompetisi International Abacus World Competition mengalahkan 7ribu peserta di seluruh dunia.
Sontak hal ini pun ramai diperbincangkan oleh warganet.
Terlebih setelah salah satu tweet dari @arejulid membagikan informasi tentang hal ini, seperti dikutip oleh Yaojakarta.com pada Kamis(19/01/2023).
"Yang begini ni yang harusnya diapresiasi," tulis akun tersebut.
Dari postingan tersebut pun berbagai respons dari warganet telrihat, mulai dari menyindir stasiun tv hingga ungkapan selamat dan bangga.
"Yang beginian pasti ga viral, beda sama yang nangis dan pasangan selingkuh, pasti langsung diundang TV sana sini,"
"Hebat bgt kamu disaat yg lain terkena demam lato lato kamu mengharumkan nama Indonesia,"
"Prestasi kurang diminati dan diapresiasi di indonesia, karna masyarakat kita lebih suka yg berbau sensasi. Jadi wajar saja banyak orang berlomba2 jadi konyol, ga tau malu dan cari sensai, karna potensi viral dan terkenalnya lebih besar,"
"Orang-orang kek gini nih yg harusnya diundang di stasiun tv, dikasih beasiswa, dikasih jalan buat capai masa depannya. Bukan mereka yg dengan sadar nunjukin kebodohannya dengan tujuan biar viral,"
Dikutip dari mamagini.suara.com sosok dari bocah 8 tahun tersebut dikethaui bernama Caesar Archangel Hendrik Meo Tnunay atau biasa dipanggil Nono.
Prestasi membanggakan di dunia matematika ternyata bukan yang pertama kali bagi Nono.
Nono ternyata pada tahun 2021 menjadi juara dalam kompetisi yang sama.
Prestasi yang diraih Nono ditahun ini pun membuatnya mendapat penghargaan berupa piala, sertifikat, dan uang tunai sebesar USD 200 (Rp3 juta).***