AYOJAKARTA.COM - Salah satu brand hijab dan busana muslim Rabbani kembali menuai kontroversi usai mengunggah sebuah iklan di akun Instagram @rabbaniprofesorkerudung pada hari Minggu (25/12/2022).
Diketahui dalam iklan tersebut, Rabbani menyebutkan bahwa cara berbusana yang terbuka adalah penyebab terjadinya pelecehan seksual.
"Akhir-Akhir ini sedang ramai berita tentang pelecehan seksual seolah sudah menjadi pemandangan biasa. Namun apakah ada hubungannya pakaian dengan pelecehan seksual?," kata @rabbaniprofesorkerudung di captionnya.
Brand hijab tersebut juga menanyakan jika perempuan berpakaian minim maka pelecehan tersebut siapa yang akan disalahkan wanita atau laki-laki.
"Ketika Perempuan berpakaian serba minim jika terjadi pelecehan siapakah yang salah? Apakah wanita yang salah karena berpakian terbuka dan mengundang seorang pria punya niat dan berpikiran jorok, Atau pria nya saja yang punya pikiran jorok jika melihat wanita berpakian terbuka?," jelasnya lebih lanjut.
"Jadi menurut rabbaners, apakah pria yang salah atau wanitanya yang bodoh?," tanya akun @rabbaniprofesorkerudung.
Tak hanya itu, unggahan Reels tersebut ada kata-kata yang menyebutkan posisi wanita yang berpakaian terbuka itu bodoh dan mengundang pria untuk berpikiran buruk.
"Ketika perempuan berpakaian minim, jika terjadi pelecehan, siapakah yang salah? Posisi wanita tidak salah jika dilihat dari sudut wanita karena setiap wanita berhak menggunakan pakaian apapun."
"Jadi laki-lakinya aja yang mesum. Namun jika dilihat dari sudut pandangan pria. Wanita yang berpakaian terbuka itu bodoh. Tidak ada asap tidak ada api. Wanita yang berpakaian terbuka akan mengundang seorang pria yang berniat berpikiran buruk," tulis Rabbani dalam keterangan video reelnya.
Selanjutnya, konten Rabbani tersebut menuai kontroversi dari kalangan netizen yang langsung dibanjir kritikan.
Baca Juga: Viral Menantu Selingkuh Dengan Ibu Mertua, Lagu Aldi Taher Tuai Pujian Dari Netizen
Banyak yang berkomentar bahwa narasi tersebut dapat menormalisasi pelecehan seksual dan victim blaming, yaitu fenomena ketika korban kejahatan atau kekerasan justru disalahkan atas apa yang terjadi.
"Pelecehan ga ada kaitannya sama pakaian. Ada surveinya jelas bahwa mayoritas pakaian korban pelecehan malah yang tertutup. Pelecehan seksual itu MURNI 100% karena NIAT PELAKU," tulis akun @friskikiki.
Namun salah satu organisasi non-profit perempuan juga mengkritik iklan Rabbani yang dinilai menyudutkan korban pelecehan seksual.
Menurutnya, Kekerasan seksual adalah kesalahan pelaku dan terjadi karena ada manusia yang secara sadar melakukan kekerasan pada manusia lain.
"Postingan ini adalah contoh kontribusi dalam pemakluman victim blaming. Mengapa begitu? Karena memposisikan bahwa korban mengalami kekerasan seksual karena pakaiannya. Padahal, apapun pakaiannya, tindakan kekerasan seksual TIDAK BISA DIBENARKAN atas alasan apapun. Sungguh tidak elok rasanya, menjual barang di atas penderitaan korban kekerasan dengan membuat postingan victim blaming seperti ini," tulis akun @_perempuan_.
"Kalau dari sudut pandang saya yang orang komunikasi dan advertising, yang bikin konten ini BODOH. Karena alih-alih memberikan informasi seputar pelecehan seksual yang faktual (data banyak kok yang bisa kalian akses. Jangan malas), malah ngalor ngidul bahas siapa yang salah. Kalau anak bayi umur 7 minggu diperkosa sampai meninggal, yang salah siapa? Anak bayi yang pakai diapers jadi paha kemana-mana? Enggak paham lagi sama konten-konten kayak begini. Pembodohan publik," kata aktivis perempuan @poppydihardjo yang ikut berpendapat mengenai iklan tersebut. ***