Wisata

Yuk, Jelajahi Surga Budaya Betawi di Setu Babakan, Ada Apa Saja?

Oleh: Fina Salsabila Aura Minggu 03 Agu 2025, 20:14 WIB
Sejak dibuka untuk umum pada 30 Juli 2017, Museum Betawi Setu Babakan telah menjadi magnet wisata edukatif

AYOJAKARTA.COM - Setu Babakan memang layak disebut sebagai surga budaya Betawi yang wajib dikunjungi oleh siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam akar budaya Jakarta.

Terletak di Jalan Mohammad Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kawasan seluas 289 hektar ini menawarkan pengalaman wisata yang sangat lengkap dan autentik.

Sejak dibuka untuk umum pada 30 Juli 2017, Museum Betawi Setu Babakan telah menjadi magnet wisata edukatif dengan tiga galeri utama yaitu Galeri Pengantin Betawi, Galeri Ikon Budaya Betawi, dan Galeri Rumah Orang Betawi.

Baca Juga: Kabar Penting: Bantuan Rp400.000 dan Beras 20kg Tidak Cair Lagi, Simak Alasannya!

Pengunjung bisa menyaksikan koleksi pakaian tradisional, peralatan rumah tangga khas Betawi, hingga berbagai artefak bersejarah yang menggambarkan kehidupan masyarakat Betawi dari masa ke masa.

Yang menarik adalah konsep museum ini yang tidak hanya memamerkan benda-benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan suasana kampung Betawi yang hidup dengan rumah-rumah tradisional yang masih dihuni dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Keunikan Setu Babakan terletak pada konsep wisata budaya yang terintegrasi, dimana pengunjung tidak hanya bisa melihat tapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat Betawi.

Di kawasan ini, wisatawan bisa menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional seperti lenong, tari topeng, atau mendengarkan musik gambang kromong yang dimainkan langsung oleh seniman lokal.

Baca Juga: Info Bansos Terbaru Agustus 2025: Prediksi PKH dan BPNT Tahap 3 Cair hingga Aturan Baru Penerima Bantuan

Aktivitas masyarakat Betawi seperti latihan pencak silat, ngederes (mengaji), aqiqah, hingga upacara adat masih rutin dilakukan dan bisa disaksikan pengunjung.

Bahkan pengunjung bisa ikut berpartisipasi dalam workshop membuat kerajinan tangan khas Betawi atau belajar memasak kuliner tradisional.

Kawasan danau dan taman yang asri juga menyediakan ruang untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam yang menenangkan, dengan fasilitas wisata air seperti memancing, kano, atau sekadar bersepeda air mengelilingi danau.

Dari segi sejarah, Setu Babakan memiliki nilai yang sangat penting sebagai saksi perkembangan budaya Betawi dari masa kolonial hingga modern.

Awalnya kawasan ini merupakan area rawa yang dikeringkan dan diubah menjadi permukiman masyarakat Betawi, dengan nama "setu" yang berarti danau dan "babakan" yang berarti asal atau sumber, mencerminkan filosofi bahwa tempat ini adalah pusat kehidupan masyarakat Betawi.

Baca Juga: Vivo T4R Siap Bikin Heboh: Bawa Chipset Gahar, Tahan Air dan Debu dengan Baterai 5700 mAh

Pada era 1990-an, kawasan ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, dan kemudian pada tahun 2000-an Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso secara resmi menata ulang lingkungan perkampungan ini.

Puncaknya adalah pada tahun 2004 ketika kawasan Setu Babakan resmi ditetapkan sebagai cagar budaya di kawasan Pusat Perkampungan Budaya Betawi dan dibangun ulang pada periode 2012-2015.

Saat ini, pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner khas Betawi seperti gado-gado, gabus pucung, soto Betawi, kerak telor, bir pletok, dan selendang mayang yang dijual di berbagai warung dan pedagang di sekitar kawasan.

Hal ini menjadikan kunjungan ke Setu Babakan sebagai paket lengkap wisata sejarah, budaya, dan kuliner dalam satu tempat.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky