JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Perusahaan otomotif Bayerische Motoren Werke (BMW) menarik kembali atau recall mobil ramah lingkungan sebanyak 26.700 unit.
Recall ini disebabkan karena sektor sumber daya berupa batera yang berada di kendaraan tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran.
Melansir Auto Express, sejak Agustus 2020, recall yang dilakukan BMW melibatkan sebanyak 26.700 unit secara global. Jajaran produk ini terdiri atas mobil murni tenaga listrik atau Electric Vehicle (EV) serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
"Beberapa di antaranya sudah ada di tangan pelanggan dan sisanya menunggu pengiriman," jelas salah satu insinyur BMW.
Menurutnya, kejadian yang berujung recall ini berawal dari proses produksi paket baterai. Terjadi kontaminasi asing yang bisa menyebabkan korsleting dan berpotensi terbakar.
AYO BACA : Terkendala Masalah Rem, Ribuan Unit KTM 790 Adventure Kena Recall
Adapun baterai lithium-ion yang digunakan mobil produksi BMW itu dipasok Northvolt. Pengembang dan produsen baterai asal Swedia, spesialis teknologi sumber tenaga di mobil listrik.
Daftar mobil yang terdampak di antaranya adalah:
BMW X1 F48
BMW X2 F39
BMW X3 G01
AYO BACA : 9.314 Unit Nissan Livina di Indonesia Direcall, Ini Alasannya
BMW X5 G05
BMW Seri 2 Active Tourer F45
BMW Seri 3 G20
BMW Seri 3 Touring G21
BMW Seri 5 G30
BMW Seri 5 Touring G31
BMW Seri 7 G11/G12
Beberapa unit mobil BMW i8 dan MINI Countryman F60.
AYO BACA : Hondal Recall Ribuan Mobil di Asia Tenggara