Bisnis

PKH Periode Juli-September 2024 Kapan Cair? Ini Golongan KPM yang akan Menerima Pencairan Mulai Rp225 Ribu Via KKS Lebih Dulu

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Rabu 11 Sep 2024, 14:46 WIB
Pencairan bansos PKH dan BPNT periode Juli-September peralihan dari Pos ke KKS ATM Merah Putih Bank Himbara dan BSI

AYOJAKARTA.COM - Tahapan pencairan bansos PKH periode Juli-September masih terus diproses oleh Pusdatin Kemensos.

Pencairan bansos PKH dilakukan secara bertahap, bukan lagi melalui PT Pos Indonesia melainkan KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI.

Hingga sekarang, pihak perbankan masih terus memproses tahapan Burekol (Pembukaan Rekening Kolektif) untuk persiapan pencairan bansos PKH Juli-September peralihan.

Memasuki minggu kedua bulan September 2024, Kemensos terus aktif melakukan tahapan pencairan bansos PKH periode Juli-September.

Baca Juga: Sudah 245.381 Pelamar CPNS 2024 yang Dinyatakan TMS, Ini Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Finalisasi Pendaftaran di Hari Terakhir Ini!

Bansos PKH nantinya akan dicairkan secara non tunai melalui KKS kepasa KPM yang masuk dalam kategori keluarga prasejahtera atau rentan miskin.

Penerima bansos PKH Juli-September wajib terdaftar aktif di DTKS Kemensos dan dinyatakan layak sebagai penerima bansos.

Sebanyak 10 juta KPM PKH murni dan KPM PKH+ BPNT yang ditargetkan akan menerima pencairan bansos PKH.

Lalu berapa nominal yang akan diterima oleh KPM pelatihan PT Pos Indonesia ke KKS?

Baca Juga: Pendaftaran Ditutup Nanti Malam! Ini Dia Daftar Instansi CPNS 2024 yang Masih Sepi Peminat Berdasarkan Data BKN Terbaru!

Berikut nominal pencairan bansos PKH dan BPNT periode Juli-September yang diterima oleh KPM peralihan Pos ke KKS?

- Kategori anak SD sederajat Rp225 ribu

- Kategori anak SMP sederajat Rp375 ribu

- Kategori anak SMA, SMK Sederajat Rp500 ribu

- Kategori lansia usia 60 tahun ke atas Rp600 ribu

- Kategori penyandang disabilitas berat Rp600 ribu

- Kategori Ibu hamil Rp750 ribu

- Kategori anak usia dini (0-6 tahun) Rp750 ribu

- Kategori korban pelanggaran HAM berat Rp2,7 juta

Baca Juga: SAH! Mulai Sekarang Kartu Keluarga Berciri Ini Resmi Diputus Bansos PKH BPNT Periode September-Oktober!

Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan video di kanal YouTube Info Bansos, hari Rabu (11/9/24), hingga saat ini, pihak Perbankan masih terus melakukan proses burekol.

Perbankan langsung memandu pembukaan buku rekening untuk peralihan tahapan pencairan dana bansos dari PT Pos Indonesia ke KKS.

Pihak pemerintah daerah setempat akan mengundang hadirkan KPM PKH murni dan KPM PKH+BPNT peralihan di titik komunitas baik kantor kelurahan atau balai desa.

Nantinya jika tahapan Burekol selesai, KPM akan menerima buku rekening baru dan KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI (khusus untuk KPM di wilayah Provinsi Aceh).

Baca Juga: Siapa Saja yang Bisa Daftar dan Jadi Penerima KJP Plus? Simak Jawabannya di Sini!

Setelah proses Burekol, Pusdatin akan cepat memproses tahapan pencairan bansos PKH Juli-September selanjutnya mulai dari Verifikasi Cek Rekening, lalu instruksi SPP, SPM, SP2D, hingga SI.

Jika di SIKS-NG sudah muncul keterangan SI atau standing instruction maka paling lambat dalam tujuh hari setelah proses SI, dana bantuan PKH dan BPNT periode Juli-September akan cair dan masuk ke KKS ATM Merah Putih masing-masing KPM.

KPM dengan yang proses Burekol selesai lebih dahulu dan terupdate di SIKS-NG maka diestimasikan akan menerima pencairan bansos PKH Juli-September terlebih dahulu.

Misalnya KPM peralihan di wilayah Provinsi Aceh yang sudah menerima buku rekening dan KKS baru, maka bisa diprediksi akan menerima pencairan bansos PKH Juli-September lebih cepat.

Biasanya untuk pencairan bansos PKH dan BPNT periode Juli-September akan direalisasikan pada akhir September hingga pertengahan bulan Oktober.

KPM bisa bertanya kepada pendamping sosial, terkait progres tahapan pencairan bansos PKH periode Juli-September peralihan PT Pos Indonesia ke KKS.

Nantinya pihak pendamping sosial akan mengecek status pencairan bansos PKH Juli-September melalui SIKS-NG agar hasilnya lebih akurat. ***

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Desi Kris