AYOJAKARTA.COM – Belum lama ini partai Nasdem sempat menyatakan dukungannya untuk Anies Baswedan untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.
Namun, baru-baru ini partai Nasdem memberikan pernyataan bahwa partainya belum tentu akan mengusung Anies Baswedan.
Hal itu disampaikan oleh Bendahara Umum partai Nasdem yakni, Ahmad Sahroni, yang mengatakan perihal dinamika politik yang ditentukan oleh para dewa politik nasional.
“Masih sangat dinamis semua nama masih bisa dijadikan satu tapi yang penting dewa-dewa akan menentukan aksi siapa yang akan di Jakarta ini,” kata Ahmad Sahroni, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Kamis, 1 Agustus 2024.
Pernyataan Ahmad Sahroni ini bersamaan dengan adanya pernyataan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang memberikan sinyal dukungan untuk Anies Baswedan.
Puan Maharani mengatakan bahwa partainya saat ini masih mempertimbangkan nama Anies Baswedan untuk diusung oleh PDIP.
Ia menyebut kemungkinan Anies Baswedan untuk diusung oleh partainya diantara 50 persen bahkan bisa lebih besar dari itu.
“Masih menimbang-nimbang mungkin saja (mengusung Anies Baswedan) dan komunikasi informal tentunya sudah,” kata Puan Maharani.
Meski begitu, Puan mengaku bahwa untuk saat ini partainya masih melihat perkembangan dinamika politik hingga akhir Agustus 2024 mendatang.
Melihat adanya pernyataan dari Ahmad Sahroni dan Puan Maharani, Pengamat Politik, Ujang Komarudin mengatakan dinamika politik tidak ada yang gratis.
Menurutnya setiap partai politik pasti akan mempertimbangkan banyak hal sebelum mengusung seseorang untuk dicalonkan.
“Dalam politik itu tidak ada yang gratis dan tidak ada yang ikhlas, semua tentu berbalut pada kepentingan masing-masing partai,” kata Ujang Komarudin.
Ujang pun menyebut kemungkinan-kemungkinan mengapa Ahmad Sahroni bisa mengungkapkan pernyataan tersebut di hadapan publik.
Ia berpendapat ada kemungkinan penilaian partai Nasdem terhadap Anies Baswedan telah berubah atau dianggap offside.
“Bisa jadi dalam konteks pernyataannya Pak Sahroni mungkin Anies dianggap offside atau dianggap tidak lapor atau bisa juga berjalan sendiri tanpa komunikasi dengan Nasdem,” ujarnya.
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini membenarkan pernyataan dari Ahmad Sahroni.
Sebab, menurutnya pernyataan tersebut sangat sesuai dengan konteks politik dinamis yang ada di Indonesia saat ini.***