Bisnis

Dampak dari Aksi Boikot Produk, Kerugian Israel Mencapai Nilai yang Fantastis

Oleh: Fitri Nurjanah Senin 20 Nov 2023, 16:38 WIB
Dampak dari Aksi Boikot Produk, Kerugian Israel Mencapai Nilai yang Fantastis (Pixabay)

AYOJAKARTA.COM – Belum lama ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang adanya larangan penggunaan produk Israel. Hal ini dampak dari aksi yang dilakukan oleh agresi Israel terhadap masyarakat Palestina.

Fatwa tersebut telah tertuang dalam Nomor 83 Tahun 2023, tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina. Bahkan MUI sendiri telah menghimbau kepada masyarakat dengan mengharamkan produk pro Israel.

Aksi boikot produk pro Israel ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, bahkan hampir di seluruh dunia. Sejumlah perusahaan menjadi sasaran dari aksi boikot tersebut, mengaku mengalami penurunan saham dan berujung bangkrut.

Baca Juga: Seruan Boikot Produk Pro Israel Memanas, Unilever Nyatakan Akan Beri Bantuan Kemanusiaan untuk Timur Tengah

Dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com, berdasarkan laporan dari Al Jazeera yang dirilis tahun 2018 lalu mengungkapkan, aksi boikot produk pro Israel dapat mengakibatkan kerugian mencapai US$ 11,5 Miliar atau setara dengan Rp 180,48 Triliun.

Namun, hingga saat ini belum ada laporan terbaru mengenai kerugian yang dialami oleh Israel setelah adanya boikot produk pro Israel tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, Misi utama diplomatik Israel adalah melakukan penanggulangan gerakan boikot. Israel pun sempat membantah bahwa gerakan aksi boikot tersebut bisa merugikan mereka.

Baca Juga: Puan Maharani Bertemu Presiden Jokowi: Enggak Ada Huru Hara yang Seperti Disampaikan

Sederet Produk Israel yang diboikot

Serangan yang dilakukan oleh Israel yang tidak kunjung berhenti, mengakibatkan adanya gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang terus meningkat, berikut daftarnya:

1. Puma

Salah satu produsen pakaian olahraga ternama dan terkenal di dunia. Brand ini diboikot oleh sejumlah negara karena telah menjadi sponsor internasional tunggal Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).

2. Hasil Panen di Israel

Hasil panen Israel berupa sayuran dan buah-buahan ikut menjadi salah satu produk yang diboikot, karena dinilai berasal dari Israel yang telah merampas tanah Palestina.

Baca Juga: Momen Hakim Binsar Gultom Desak Jessica Wongso Jelaskan Siapa yang Taruh Sianida: Siapa yang Memasukkan di Kopi Itu?

3. HP

Perusahaan HP menyediakan dan mengoperasikan teknologi yang dipakai oleh Israel. Lebih tepatnya untuk memelihara sistem apartheid, pendudukan, dan kolonialisme pemukiman di atas Palestina.

4. Siemens

Siemens diklaim memiliki kerjasama dengan Israel dalam usaha legal terkait pembangunan EuroAsia Interconnector di pemukiman. Proyek ini menghubungkan jaringan listrik Israel dengan Eropa melalui gas fosil.

5. AXA

Perusahaan asuransi AXA diketahui berinvestasi dengan sederat bank-bank Israel yang berada di tanah Palestina. Mulai dari Bank Hapoalim, Bank Leumi, dan Mizrahi Tefahot.

Baca Juga: Hoaks Boikot MUI Produk Israel Dimanfaatkan untuk Persaingan Dagang Tidak Sehat, Babe Haikal: Ini Bahaya...

6. Sodastream

Sodastream merupakan mesin dan silinder yang dapat diisi kembali. Sehingga memungkinkan para penggunanya untuk dapat membuat soda dan minuman berkarbonasi sendiri di rumah.

7. Ahava

Ahava merupakan salah satu kecantikan yang dijual di beberapa negara. Berdasarkan BDS Movement, Ahava memiliki situs produksi, pusat kunjungan, hingga toko utama pada permukiman ilegal di Palestina.

Baca Juga: Dihujat Setelah Berpendapat, Ahli Psikolog ini Ungkap Alasan Jessica Wongso Dijadikan Sasaran Kesalahan

8. Sabra

Hummus Sabra merupakan perusahaan gabungan antara PepsiCo dan Strauss Group. Perusahaan ini bergerak pada bidang makanan, yang pernah memberikan dukungan finansial untuk para tentara Israel.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Hengky Sulaksono