AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini seruan boikot produk Israel tengah banyak digencarkan.
Bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga di negara lain seperti di Malaysia, Qatar, Kuwait, Mesir dan beberapa negara mayoritas Islam juga melakukan gerakan yang sama.
Bahkan muncul banyak sekali nama-nama produk buatan Israel atau yang berafiliasi dengan Israel yang terkena seruan boikot.
Baca Juga: 15 Karakter yang Harus Dimiliki oleh Manusia Berkualitas, Sudahkah Kamu Memilikinya?
Hingga viral di media sosial berisi sejumlah produk mulai dari makanan, kecantikan, pakaian hingga produk keperluan rumah tangga difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena terafiliasi dengan Israel.
Padahal faktanya MUI secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot sebagaimana yang beredar.
Terkait hal ini Haikal Hassan atau biasa dipanggil dengan sebutan Babeh Haikal mengungkapkan bahwa hoaks boikot MUI produk Israel ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk persaingan dagang yang tidak sehat.
“Tapi titik-titik dot com itu salah satu yang terbesar di Indonesia mengutip pernyataan MUI dan di bawahnya produk-produk seolah-olah itu satu paket dengan fatwa MUI, ini bahaya musti diingetin,” ujarnya.
Banyaknya hoaks yang beredar ini, Babeh Haikal mengungkapkan agar pemerintah segera mengambil tindakan, salah satunya dengan seruan bergabung dalam BDS.
Baca Juga: Nyamuk Wolbachia: Metode Klaim Reduksi Penyebaran DBD yang Menimbulkan Pro dan Kontra
BDS ini merupakan boikot internasional yang telah melakukan riset terkait produk Israel atau yang terafiliasi apa saja yang harus diboikot.
“Pemerintah mesti langsung bilang bergabunglah dengan BDS itu boikot internasional yang sudah melakukan riset,” ujarnya dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (20/11/2023).
“Bahwa yang membantu peluru-peluru Israel itu adalah BDS ini dan ada di Indonesia, itu gitu loh,” sambungnya.
Lebih lanjut Babeh Haikal mengungkapkan bahwa selama Israel masih melakukan genosida terhadap Palestina.
Dan selama masih ada keputusan fatwa MUI, maka pelaku-pelaku usaha yang tidak terkena dampak boikot akan terus memanfaatkan kondisi ini.
“Ini menjadi peluang buat mereka menggenjot produksi dengan cara tidak sehat, jadi pemerintah harus mengambil tindakan,” kata Haikal Hassan.
Sementara itu dirinya juga menyampaikan agar penyebar hoaks produk-produk Israel agar segera ditelusuri dan dituntut untuk memberikan efek jera.
Terlebih yang menyebarkan produk-produk yang ternyata tidak terbukti ada kaitannya dengan Israel tetapi menyebarkan hoaks.
“Siapa yang menyebarkan itu dan tadi kita juga sudah menghubungi MUI. MUI tidak pernah mengeluarkan daftar produk,” ungkap Babeh Haikal.
Ia menekankan agar MUI mengeluarkan daftar produk yang Israel dan terafiliasi agar tidak muncul hoaks sehingga bisa meredam persaingan tidak sehat yang belakangan ini telah terjadi di Indonesia.
“Tapi selama pemerintah seperti ini percayalah dampaknya akan besar menggulung seperti bola salju,” tandasnya.***

Share this article
Padahal faktanya MUI secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot