Ekonomi

Sepanjang Tahun 2025, SMF Salurkan Dana Hingga Rp20,88 Triliun

Oleh: Birny Birdieni Kamis 05 Mar 2026, 01:36 WIB
(Kiri - Kanan) Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto; Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dan Direktur Bisnis SMF, Heliantopo. (Sumber: Dok SMF)

AYOINDONESIA.COM-- Sepanjang tahun 2025, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berhasil menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyebut angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp17,01 triliun pada tahun 2024.

Untuk mendukung penyaluran tersebut, total pendanaan yang diterima Perseroan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp10,6triliun.

Baca Juga: Sebut Situasi Bahaya bagi TNI, Connie Bakrie Minta Presiden Tarik Diri dari Kerja Sama Internasional

Capaian ini semakin diperkuat dengan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional dan domestik. SMF memperoleh peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.

“Peringkat tersebut mencerminkan kemauan dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu, sekaligus menunjukkan dukungan kuat Pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan," jelas Ananta dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.

Dalam rangka pelaksanaan mandat sebagai fiscal tools dan mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) Pemerintah yang merupakan program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, SMF sejak tahun 2018 telah berperan aktif dengan menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% atas penyaluran KPR FLPP.

Baca Juga: Update! Tragedi Kecelakaan 2 Armada Bus Transjakarta di 'Jalur Langit', Sopir Y Ditetapkan Tersangka

Penyediaan porsi pendanaan tersebut dipenuhi dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang selanjutnya dioptimalkan melalui skema blended financing melalui penerbitan surat utang, guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan Rp34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah. Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN)dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun. 

Ananta menyampaikan bahwa peran SMF sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan perumahan nasional.

Baca Juga: Bukan Hanya Transjakarta, Pemprov DKI Gratiskan Layanan Transjabodetabek saat Idul Fitri 2026!  

“Sebagai alat fiskal Pemerintah, SMF memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan,” ujar Ananta.

Beberapa langkah strategis telah dilakukan SMF sepanjang tahun 2025 untuk mendukung sektor pembiayaan perumahan. Dari sisi pendanaan, SMF berhasil memperoleh peringkat internasional ‘BBB’ serta menjadi korporasi pertama yang surat utangnya eligiblepada transaksi REPO Bank Indonesia.

Selain itu, SMF juga menghadirkan produk-produk pembiayaan baru yang diharapkan dapat membantu mengurangi backlog kepemilikan rumah maupun meningkatkan kelayakan hunian, antara lain melalui program Griya Nusantara dan Griya Tunas (pembiayaan mikro).

Baca Juga: HP TECNO Camon 50 Dibandrol Rp3 Jutaan, Bawa Kamera Setara Flagship dan Baterai 6.500 mAh yang Tahan Seharian

Dalam mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya pemenuhan Program Tiga Juta Rumah, SMF juga memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terfasilitasi layanan pembiayaan formal, khususnya masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan pekerja sektor informal.

Sepanjang tahun 2025, SMF bersama lembaga keuangan telah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas yang merupakan kredit mikro perumahan sebanyak 52.142 rumah. Realisasi ini melampaui target Pemerintah sebesar 50.000 rumah yang memperoleh akses pembiayaan renovasi hunian.

“Dengan skema ini, masyarakat dapat melakukan renovasi atau perbaikan hunian agar menjadi lebih layak huni, sekaligus mendukung kegiatan produktif sebagai tempat usaha. Ini sekaligus membuka akses ke pembiayaan yang aman dan terjangkau, serta menjadi solusi konkret dalam mengatasi backlog kelayakan hunian di Indonesia,” jelas Heliantopo, Direktur Bisnis SMF.

Baca Juga: Bolehkah Olahraga Saat Puasa? Ini Penjelasan dari Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kondisi likuiditas perbankan, SMF tetap mampu menjaga kinerja keuangan secara solid.

Hingga Desember 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp66,814 triliun, tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih juga meningkat menjadi Rp565 miliar atau meningkat 5% dibandingkan Desember 2024. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis SMF yang berbasis tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

Baca Juga: LINK Live Streaming Persija vs Borneo FC Super League 2025-2026, Selasa 3 Maret, Kick Off Jam 20.30 WIB

“Laporan Keuangan Tahun 2025 telah diaudit oleh Lembaga Audit Eksternal Independen dengan opini ‘wajar, dalam semua hal yang material’. Capaian ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi,” jelas Bonai.

Ke depan, SMF akan terus mengoptimalkan peran strategisnya melalui berbagai inisiatif. Langkah tersebut antara lain mencakup sosialisasi surat utang SMF sebagai underlying instrumen Repo Bank Indonesia guna memperkuat likuiditas pasar.

Juga optimalisasi peran SMF Research Institute (SRI) dalam mendukung kebijakan sektor perumahan, serta penyediaan dana jangka panjang melalui inovasi produk keuangan yang berkelanjutan.

Reporter Birny Birdieni
Editor Birny Birdieni