AYOJAKARTA.COM - Pakar militer Connie Rahakundini Bakrie kembali menyuarakan kekhawatirannya terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Dalam wawancara di podcast Denny Sumargo, Connie menilai situasi geopolitik terkini justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk menarik diri secara terhormat dari kerja sama tersebut.
Menurut Connie, eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat telah mengubah wajah BoP dari forum perdamaian menjadi arena yang sarat kepentingan politik dan militer.
“Nah, iya. Kasihan tentaranya kan doktrinnya itu gimana. Makanya saya sempat ingatkan Presiden sebenarnya dengan BOP ini, maaf dengan adanya Iran ini diserang begini inilah momen kita, excuse kita untuk bilang, ‘Eh, BOP lu udah salah nih. Gue masuk ke lu tuh bukan buat gini, buat peace. Sekarang kok jadi board of war atau board of run,’” tegas Connie.
Ia menilai Indonesia memiliki alasan kuat untuk mundur tanpa kehilangan martabat diplomatik.
“Kita pun keluar dari situ terhormat dan angkat muka. Bukan salah kita, bukan kita yang gamang atau tiba-tiba berubah pikiran, tapi memang you did something that we are not agree with,” ujarnya.
Connie juga menyinggung potensi pengorbanan anggaran negara yang dinilai tidak sebanding dengan manfaat strategis.
“Gua ini mau sacrifice misalnya uang buat ke Aceh atau buat ke Tapteng Rp7 triliun, gua belokin ke lu karena gua peduli Palestina. Tapi karena ada peace-nya. Sekarang dengan lu bikin begini, apalagi si Bos Ventura ikutan rapat saat menyerang Iran, gua keluar deh,” katanya.
Kekhawatiran Connie bukan hanya bersifat pribadi. Ia mengungkap telah menerima aspirasi dari sejumlah pihak, termasuk senior TNI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Sudah beberapa hari lalu MUI, kemudian tadi malam saya terima dari para senior TNI kita yang merasa bahwa ini akan berbahaya buat tentara kita kalau diteruskan,” ungkapnya.
Selain itu, ia mempertanyakan langkah Presiden yang disebut hendak menjadi mediator konflik Iran dan Amerika Serikat. Connie meragukan kesiapan Indonesia mengambil peran tersebut.
“Kita enggak pernah menjadi mediator untuk Timur Tengah. Ini skala gede. Abraham Accord saja kita enggak ikutan yang duduk manis,” ujarnya, merujuk pada kesepakatan diplomatik Timur Tengah yang dimediasi Amerika Serikat.
Bagi Connie, yang paling ditunggu publik adalah kejelasan sikap Presiden. Ia menekankan bahwa dalam situasi global yang memanas, keputusan cepat dan terukur sangat dibutuhkan demi menjaga kepentingan nasional serta keselamatan prajurit TNI.***

Share this article
Connie Bakrie di podcast Densu desak RI mundur terhormat dari BoP karena dinilai jadi arena perang. Ia ragukan peran RI sebagai mediator Iran-AS dan ingatkan risiko keselamatan TNI serta anggaran.