AYOJAKARTA.COM - Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2025 terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga pertengahan Juni, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat bahwa sebanyak 70 persen dana bantuan telah tersalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tahap ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada pekan depan.
Baca Juga: Update Penting! PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Cair 60 Persen, Coba Cek Rekeningmu
Penyaluran Dilakukan Bertahap, Validasi Data Jadi Kunci Utama
Menurut Kemensos, verifikasi dan validasi data menjadi aspek krusial dalam proses penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 ini.
Ia menjelaskan bahwa proses distribusi bantuan tidak bisa dilakukan secara serentak karena harus melalui sinkronisasi data antara Kemensos, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses ini, sejalan dengan arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menginginkan penyaluran bansos dilakukan secara lebih akurat dan akuntabel.
Total 16,5 Juta KPM Terima Bansos Tahap 2
Kemensos menyebutkan bahwa dari total lebih dari 20 juta calon penerima bantuan, sebanyak 16,5 juta KPM telah lolos validasi berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk mendukung penyaluran bansos triwulan kedua ini.
Sejumlah bukti pencairan berupa stroke transfer dari bank penyalur juga telah beredar di berbagai platform media sosial.
Kendati begitu, masih ada sebagian KPM yang mengaku belum menerima dana bantuan dan mempertanyakan apakah mereka termasuk dalam daftar penerima.
Sebagai informasi, Kemensos telah mengeluarkan dokumen BNBA (By Name By Address) yang menjadi acuan data pembayaran.
Dokumen ini dapat dirinci berdasarkan wilayah, bank penyalur, hingga jumlah nominal dan jumlah penerima per daerah.
Perlu diketahui bahwa proses pencairan bansos tidak selalu seragam di seluruh wilayah. Beberapa desa dan kecamatan mungkin masih berada dalam tahap validasi rekening, sementara yang lain sudah menyelesaikan pencairan.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu update sistem dan kesiapan bank penyalur di setiap daerah. Operator lokal di tingkat desa hanya bisa memantau wilayahnya masing-masing melalui sistem SixNG, sehingga tidak dapat dijadikan patokan untuk skala nasional.
Dengan total KPM yang mencapai puluhan juta, proses ini memang membutuhkan waktu dan koordinasi yang matang.
Penyaluran Dibagi dalam Lima Gelombang
Sejak resmi dimulai pada 28 Mei 2025, penyaluran PKH tahap kedua termin 1 dibagi ke dalam lima gelombang pencairan.
Baca Juga: Profil Lengkap Sherly Tjoanda: Gubernur Maluku Utara yang Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi
Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap penerima mendapatkan bantuan sesuai jadwal dan tanpa hambatan administratif.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan hingga saat ini, tidak perlu khawatir. Pemerintah memastikan bahwa proses pencairan masih berlangsung dan akan segera tuntas sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.***