AYOJAKARTA.COM -- Berdasarkan hasil pengecekan saldo Kartu Keluarga Sejahtera atau KKS BNI pada Sabtu, 10 Mei 2025, kemarin, teridentifikasi adanya saldo masuk sebesar Rp600.000 untuk beberapa penerima bantuan.
Setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut, dana tersebut merupakan pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama khusus komponen lansia.
Bukan pencairan PKH atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua yang masih ditunggu-tunggu oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025 Kapan Cairnya dan Apa Saja Syaratnya?
Meskipun pencairan tahap kedua belum dilaksanakan, proses pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap pertama masih terus berlangsung, terutama bagi penerima susulan atau mereka yang baru tervalidasi melalui sistem.
Bukti pencairan dapat dilihat dari struk pengecekan saldo bantuan PKH tahap pertama senilai Rp600.000 di KKS BNI untuk komponen lansia yang telah berhasil disalurkan.
Saat ini, Kementerian Sosial sedang melakukan tahap finalisasi data dan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk persiapan pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2025.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Gus Ipul yang menyatakan bahwa ada dua fokus utama yang sedang dijalankan.
Pertama, pemutakhiran data terkait DTSEN yang diperlukan untuk penyaluran bantuan sosial tahap kedua tahun 2025.
Kedua, pengumpulan dan verifikasi data-data yang berkaitan dengan rekrutmen siswa Sekolah Rakyat, yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 juta siswa.
Baca Juga: AKHIR MEI? Status SIKS-NG Ungkap Fakta Pencairan Bantuan PKH BPNT Tahap 2 2025
Proses pemutakhiran data dilakukan melalui pengecekan langsung di lapangan (ground check) serta menggunakan berbagai sumber data administratif seperti Susenas, Sakernas, dan data terkait lainnya yang baru dikumpulkan.
Berdasarkan kemajuan proses pemutakhiran data yang sedang berlangsung, diharapkan pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap kedua dapat segera dilaksanakan.
Prediksi sementara menyebutkan bahwa pencairan bantuan tersebut kemungkinan akan dimulai pada minggu kedua bulan Mei 2025, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kementerian Sosial.
Para KPM diharapkan untuk tetap memantau informasi terbaru mengenai proses pencairan bantuan sosial tahap kedua ini melalui berbagai saluran resmi, pendamping PKH setempat, atau melalui update yang akan terus diberikan.
Penting bagi penerima bantuan untuk memastikan kelengkapan data mereka sudah tervalidasi dalam sistem DTSEN untuk menghindari keterlambatan atau kendala dalam proses penerimaan bantuan.
Pencairan bantuan sosial ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih membutuhkan dukungan dari program perlindungan sosial pemerintah.***