AYOJAKARTA.COM -- Meskipun sudah mulai ramai beredar informasi mengenai pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap kedua tahun 2025 di berbagai media sosial dan bahkan beberapa media nasional.
Faktanya berdasarkan pemeriksaan terkini pada sistem aplikasi cekbansos.go.id per tanggal 11 Mei 2025 menunjukkan belum ada perubahan status periode penyaluran.
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa status penerima bantuan masih menampilkan periode Januari hingga Maret 2025 (tahap pertama), sedangkan untuk periode April hingga Juni 2025 (tahap kedua) belum muncul dalam sistem.
Hal ini diperkuat dengan data dari SIKS-NG terkini yang belum menunjukkan adanya proses penentuan KPM, evaluasi komponen, final closing, verifikasi rekening, hingga SPM dan SP2D untuk periode tahap kedua tersebut, sehingga dapat dipastikan bahwa bantuan PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2025 belum mulai disalurkan.
Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu berhati-hati dan teliti dalam menyikapi informasi yang beredar.
Beberapa unggahan di media sosial yang menampilkan bukti penarikan dana bantuan melalui kartu KKS dalam beberapa hari terakhir kemungkinan berasal dari KPM PKH validasi yang statusnya berubah dari KPM Non DTKS menjadi KPM PKH, atau saldo bantuan PKH yang sudah ditransfer beberapa waktu lalu namun baru sempat diambil dalam beberapa hari terakhir.
Tidak menutup kemungkinan juga terdapat oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja mengedit unggahan untuk mencari sensasi dan meningkatkan interaksi di akun media sosial mereka.
Untuk itu, KPM disarankan untuk tidak terburu-buru memeriksa kartu KKS di mesin ATM atau agen bank sebelum ada konfirmasi resmi dari pendamping sosial PKH di wilayah masing-masing atau sebelum status SP2D di sistem SIKS-NG menunjukkan "SE".
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2025 kemungkinan besar akan dimulai sekitar minggu terakhir bulan Mei hingga memasuki bulan Juni 2025.
Penundaan ini terkait dengan proses pengolahan data DTSE oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang nantinya akan dikembalikan ke Kementerian Sosial sebagai acuan penyaluran bantuan.
Sementara itu, kabar baik bagi penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang kelas akhir (kelas 6, 9, dan 12) yang bantuannya sudah mulai dicairkan, meskipun hanya separuh dari total nominal karena penetapannya dilakukan pada semester genap.
Untuk penerima PIP di kelas berjalan lainnya, belum ada konfirmasi resmi dari Puslabdik Kemendikbud Ristek mengenai pencairan bantuannya, meski beberapa unggahan mengklaim telah menerima bantuan tersebut.***

Share this article
Ramai beredar informasi mengenai pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap kedua.