Ekonomi

Ramadhan Berkah! 16 Juta KPM Terima 30 kg Beras, Program Makan Bergizi Rp71 Triliun dan PIP Mulai Disalurkan

Oleh: Fina Salsabila Aura Sabtu 01 Mar 2025, 13:23 WIB
Penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kg ini diperpanjang hingga enam bulan pertama di awal tahun 2025.

AYOJAKARTA.COM -- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arif Prasetyoadi menyampaikan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan penting terkait keberlanjutan program bantuan pangan beras 10 kg pada tahun 2025.

Program bantuan ini akan tetap dilanjutkan dengan beberapa penyesuaian, yakni pengurangan jumlah penerima manfaat dari sebelumnya 22 juta menjadi 16 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kg ini diperpanjang hingga enam bulan pertama di awal tahun 2025, mencakup periode Januari hingga Juni 2025.

Baca Juga: Ribuan Penerima PKH dan BPNT Terancam Tidak Menerima Bantuan Tahap 2 2025, Begini Solusinya!

Khusus untuk periode awal tahun, pencairan bantuan diprediksi akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan dengan mekanisme penyaluran sekaligus untuk tiga bulan.

Setiap KPM akan menerima total 30 kg beras untuk alokasi bulan Januari hingga Maret 2025.

Kriteria penerima bantuan ini didasarkan pada basis data masyarakat desil 1 dan 2, ditambah dengan kelompok lansia tunggal dan perempuan kepala keluarga miskin.

Menurut data P3KE (Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) berjumlah sekitar 14 juta orang.

Baca Juga: Kabar Baik! 6 Bantuan Sosial Ini Cair Menjelang Ramadan, Cek Daftar Lengkapnya

Selain program bantuan beras, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025.

Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini diproyeksikan akan menjangkau sekitar 19,47 juta penerima manfaat dari berbagai kalangan, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dalam pernyataannya di kantor Kementerian Perdagangan menjelaskan rincian alokasi anggaran program ini.

"sebesar Rp63,356 triliun dialokasikan untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp7,433 triliun untuk program dukungan manajemen," kata Arif.

Baca Juga: Terdeteksi Listrik 2.200 VA Padahal Tak Punya? Ini Solusi Agar Bantuan PKH dan BPNT Kamu Cair Kembali

Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Terutama bagi kalangan yang rentan seperti anak-anak dan ibu hamil serta menyusui.

Pada periode yang sama, yakni bulan Ramadhan 2025, pemerintah juga akan menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) khusus bagi KPM PKH dan BPNT yang memiliki anak sekolah.

Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat yang anaknya telah terdaftar dalam SK nominasi pencairan bantuan PIP tahun 2025 dan telah melakukan aktivasi rekening.

Baca Juga: KPM PKH BPNT Wajib Waspada! Nasib Bantuan Tahap 2 Bergantung pada Data DTSEN, Siapa Bertahan dan Tersingkir?

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekaligus menjadi bantuan tambahan yang bisa meringankan beban ekonomi keluarga penerima PKH dan BPNT, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Dengan adanya berbagai program bantuan tambahan yang akan disalurkan pada bulan Ramadhan 2025 ini.

Diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, khususnya para penerima manfaat PKH dan BPNT di seluruh Indonesia.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil