AYOJAKARTA.COM -- Xiaomi Indonesia akhirnya berani memasukkan produk flagship kasta tertingginya ke pasar tanah air, yaitu Xiaomi 15 Ultra yang mengandalkan kemampuan kameranya sebagai nilai jual utama.
Dalam pengujian yang komprehensif, Xiaomi 15 Ultra dibandingkan dengan dua pesaing utama di segmen premium.
Vivo X200 Pro yang selama ini digunakan sebagai alat tempur untuk keperluan syuting di luar studio, serta Samsung Galaxy S25 Ultra yang memiliki spesifikasi kamera yang tak kalah mengesankan.
Ketiganya merupakan HP premium dengan kemampuan fotografi yang mumpuni, masing-masing dengan keunggulan tersendiri.
Xiaomi 15 Ultra mengandalkan sensor 50 megapiksel sebagai kamera utamanya dengan kemampuan zoom optik hingga 4,3 kali dan kemampuan zoom digital mencapai 120 kali, serta dibekali kemampuan merekam video hingga resolusi 8K 30fps.
Vivo X200 Pro hadir dengan sensor utama 50 megapiksel juga, tetapi memiliki kamera periskop berukuran besar 200 megapiksel dengan zoom optik 3,7 kali, serta kemampuan perekaman video maksimal 4K 60fps.
Samsung Galaxy S25 Ultra datang dengan kamera utama beresolusi tinggi 200 megapiksel, didukung kamera telefoto 10 megapiksel dengan zoom optik 3 kali dan telefoto kedua 50 megapiksel dengan zoom optik 5 kali, serta mampu merekam video hingga resolusi 8K 30fps.
Hasil pengujian di berbagai skenario menunjukkan perbedaan karakteristik yang menarik di antara ketiga HP ini.
Pada pengambilan foto dengan kamera utama di kondisi outdoor, Xiaomi 15 Ultra dan Vivo X200 Pro sama-sama menampilkan detail yang tajam.
Sementara Samsung Galaxy S25 Ultra tampak sedikit tertinggal dalam hal detail meskipun menggunakan sensor dengan resolusi lebih tinggi.
Untuk kamera ultrawide, ketiganya menggunakan sensor 50 megapiksel, namun Xiaomi memiliki sudut pandang paling lebar (115 derajat) meski warnanya cenderung kurang akurat dan terlihat kemerahan.
Baca Juga: Kejutan Mei-Juni 2025! KPM Tertentu Akan Terima Bantuan PKH dan BPNT Sekaligus, Ini Kriterianya
Untuk kemampuan zoom, pada perbesaran 5x dan 10x tidak terlihat perbedaan signifikan, namun pada zoom 20x mulai terlihat Xiaomi dan Vivo menangkap detail lebih baik dibanding Samsung.
Pada kondisi makro, Samsung mampu menghasilkan detail yang lebih baik namun dengan efek bokeh yang kurang dramatis dibanding Xiaomi dan Vivo.
Untuk kamera selfie, Vivo X200 Pro dan Xiaomi 15 Ultra sama-sama menggunakan sensor 32 megapiksel yang menghasilkan detail lebih tajam dibanding Samsung yang hanya 12 megapiksel, namun Vivo memiliki sudut pandang paling lebar berkat focal length 20mm.
Dalam hal kualitas audio pada perekaman video, Samsung S25 Ultra tampil paling unggul dengan kemampuan meredam noise latar belakang sambil mempertahankan volume suara yang baik.
Pada kondisi low light, Vivo X200 Pro mampu menghasilkan foto yang lebih natural meski terkadang terlihat lebih gelap, sedangkan Xiaomi dan Samsung menghasilkan foto yang lebih terang namun terkadang dengan detail yang kurang optimal.
Kesimpulannya, masing-masing HP memiliki keunggulan tersendiri yang cocok untuk kebutuhan pengguna yang berbeda.
Vivo X200 Pro tetap menjadi pilihan ideal untuk keperluan syuting di luar studio berkat performa video yang konsisten baik dalam kondisi terang maupun redup, hasil foto yang "ready to post" untuk media sosial, dan kapasitas baterai jumbo 6000 mAh dengan pengisian daya 90 watt.
Xiaomi 15 Ultra secara hardware memiliki potensi luar biasa dengan performa yang setara Samsung Galaxy S25 Ultra, meskipun masih membutuhkan perbaikan dalam pemrosesan gambar yang diharapkan bisa diatasi melalui pembaruan software di masa mendatang, dibekali baterai 5410 mAh dengan dukungan pengisian daya 90 watt.
Baca Juga: Realme 14 5G dan 14T 5G Speknya Gaspol Banget! Bawa Performa Ngebut, Gaya Dapet, Harga Masuk Akal
Samsung Galaxy S25 Ultra unggul dalam menghasilkan warna paling natural dan kualitas audio video yang superior, cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa dan fitur S Pen, namun dengan kapasitas baterai 5000 mAh dan pengisian daya 45 watt tanpa charger dalam paket penjualan.
Pada akhirnya, pemilihan HP tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna, entah itu kualitas video, performa pemrosesan, atau fitur tambahan yang ditawarkan.***