AYOJAKARTA.COM -- Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mengubah budaya kerja birokrasi untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien dan efektif bagi rakyat Indonesia.
"Jangan mengira jadi ASN hidup enak dan seenaknya. Kita harus hilangkan budaya-budaya yang tidak benar itu," kata Prabowo.
Prabowo juga mengkritisi kecenderungan masyarakat yang ingin menjadi ASN namun setelah diangkat tidak bekerja maksimal.
Karenanya, dia menekankan pentingnya mengubah mentalitas birokrat yang membuat segala urusan menjadi rumit bagi rakyat.
"Kalau bisa dibikin lama kenapa harus dibikin pendek? Kalau bisa susah kenapa dibikin gampang? Budaya ini yang harus kita kikis," katanya.
Prabowo pun mendorong menteri dan pejabat tinggi di kabinetnya untuk merumuskan perbaikan sistem agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat, mudah, dan efisien. Hal ini sejalan dengan filosofi "Rame ing gawe, sepi ing pamrih" (giat bekerja tanpa mengharapkan imbalan berlebih).
Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai kunci kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.
Baca Juga: Kejutan Mei-Juni 2025! KPM Tertentu Akan Terima Bantuan PKH dan BPNT Sekaligus, Ini Kriterianya
"Pendidikan akan menentukan apakah bangsa itu bisa jadi sejahtera, bisa jadi makmur. Karena untuk menjadi sejahtera dan menjadi makmur, warga negara, rakyat itu harus bisa menguasai teknologi, menguasai sains, menguasai industri," jelasnya.
Prabowo menambahkan bahwa setiap bangsa yang benar-benar memahami strategi menuju kemakmuran akan menempatkan pendidikan di posisi teratas, seperti yang dilakukan Indonesia dalam APBN.
Dia pun membandingkan dengan negara-negara lain yang justru menempatkan anggaran pertahanan sebagai prioritas utama karena merasa terancam oleh persaingan geopolitik, seperti Amerika Serikat dan India.
Dia menyebut, dengan memprioritaskan pendidikan, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan generasi masa depan yang mampu bersaing di tingkat global dan membawa negara menuju kesejahteraan.
"Saya tidak ragu-ragu, saya terus akan bekerja dengan sepenuh keyakinan saya, akan bekerja keras dengan semua orang yang membantu saya," katanya.
Prabowo pun menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras mewujudkan pemerintahan yang bersih, efisien, dan menggunakan seluruh kekayaan negara untuk kepentingan rakyat.
"Kita ingin mencapai sistem pemerintahan yang bersih, efisien, hemat, semua kekayaan negara untuk kepentingan rakyat," kata dia.
Prabowo juga mengapresiasi para menteri dan wakil menteri yang bekerja tanpa mengeluh meski menghadapi berbagai kendala.
Baca Juga: Realme 14 5G dan 14T 5G Speknya Gaspol Banget! Bawa Performa Ngebut, Gaya Dapet, Harga Masuk Akal
Dia juga meminta kesabaran rakyat Indonesia seraya menjanjikan kerja keras tanpa henti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita bekerja untuk mencapai yang kita inginkan yaitu meningkatkan penghasilan rakyat Indonesia, menghilangkan kelaparan, menghilangkan kemiskinan. Anak orang miskin tidak boleh miskin, anak orang miskin dia harus nanti bangkit dan dia nanti membantu orang tuanya," pungkasnya."***

Share this article
Prabowo menyebut dengan memprioritaskan pendidikan, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan generasi masa depan.