Gaya Hidup

Mengenal Hypertrophy Cardiovascular Penyakit Serius yang Diderita Ferry Irwandi Selama Jadi Relawan di Sumatera

Oleh: Katarina Erlita Selasa 09 Des 2025, 07:23 WIB
Aktivis, Ferry Irwandi. (Sumber: youtube.com/@ferryirwandi)

AYOJAKARTA.COM - Kisah Ferry Irwandi, founder Malaka Project sekaligus penggalang dana kemanusiaan, kembali menyita perhatian publik.

Di tengah kondisi kesehatannya yang melemah akibat hypertrophy cardiovascular atau penebalan dinding jantung, ia tetap memaksakan diri untuk turun langsung menyalurkan bantuan di Sumatera.

Kondisi ini membuat banyak pihak khawatir, termasuk sahabat dekatnya, penulis novel Bungkam Suara, Jombang Santani Khairen.

Baca Juga: Ferry Irwandi Berjuang Jadi Relawan di Sumatera Dalam Kondisi Sakit, JS Khairen Khawatir

Dalam unggahan Instagram pada 9 Desember 2025, Ferry menyampaikan permintaan maaf karena harus kembali ke Jakarta setelah stok obatnya habis.

“Saya harus pulang dulu ke Jakarta karena stok obat sudah habis dan saya gak mau jadi beban. Saya punya keterbatasan aktivitas, terlebih tanpa obat-obatan,” tulisnya. Ia juga berterima kasih kepada para relawan yang mendampinginya selama berada di tiga provinsi terdampak.

Sebelumnya, pada 5 Juli 2025, Ferry mengungkap kondisi serius yang ia derita, “Ternyata ditemukan kelainan jantung hypertrophy cardiovascular di bilik kiri, bukan karena merokok atau gaya hidup tapi penyakit genetik. Risiko terburuknya kematian mendadak,” ungkapnya.

Karena itu Ferry harus menjalani berbagai pemeriksaan seperti MRI hingga kemungkinan operasi. Meski kondisinya tidak stabil, Ferry tetap memilih berjuang untuk masyarakat terdampak banjir bandang.

Baca Juga: Hadiah Umroh PNM Bikin Haru! Nasabah Mekaar Langkahkan Kaki ke Tanah Suci untuk Pertama Kali

Melalui kitabisa.com, ia berhasil mengumpulkan Rp10,3 miliar hanya dalam 24 jam. Bersama sang istri, ia menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan dasar ke wilayah yang aksesnya sempat terputus.

“Kita menuju Pulau Sumatera dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, semangat semuanya!” ujarnya. Melihat kegigihan itu, Jombang Santani Khairen memberikan apresiasi sekaligus kekhawatiran.

“Ferry itu lagi sakit. Bro, lu harus sehat. Kalau gak ikut ke Sumatera juga gak apa-apa,” katanya dalam sebuah podcast bersama Rhenald Kasali pada 8 Desember 2025.

Penyakit yang diderita Ferry, hypertrophic cardiomyopathy (HCM), merupakan kondisi ketika otot jantung menebal sehingga mempersulit jantung memompa darah.

Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Buka Suara Terkait Permintaan Prabowo Copot Bupati Aceh Selatan Mirwan MS

Gejalanya bisa berupa sesak napas, nyeri dada, pingsan, hingga risiko aritmia fatal yang dapat menyebabkan kematian mendadak. HCM umumnya bersifat genetik dan dapat menyerang siapa saja tanpa gejala awal.

Khairen berharap Ferry bisa menyelesaikan misinya sekaligus kembali ke Jakarta dengan selamat. Ia juga mendorong pemerintah mempercepat pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Buat para relawan, jaga kewarasan dan tenaga. Negara ini masih bisa kok berjalan selama rakyatnya dan pemerintahnya orang-orang yang dapat dipercaya,” pungkasnya.

Kisah Ferry menjadi pengingat bahwa kemanusiaan kadang menuntut pengorbanan besar, bahkan bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakitnya sendiri.***

Baca Juga: Diduga Kelelahan Mengantre Bisa 8 Jam, Sopir Truk Sampah di Jakarta Selatan Meninggal Dunia, Pramono Anung: Diberikan Santunan Maksimal

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita