AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait tragedi meninggalnya seorang sopir truk sampah di Jakarta Selatan.
Ia mengaku sudah mendengar kabar tersebut dari Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan selain karena kelelahan, korban diketahui memiliki indikasi faktor Kesehatan jantung.
Baca Juga: Bobibos Banjir Kritik Setelah Kirim Toren Raksasa ke Lembur Pakuan, Ada Masalah Apa?
"Saya mendapatkan laporan langsung dari Pak Wali Kota Jakarta Selatan mengenai hal tersebut. Memang yang bersangkutan juga terindikasi ada penyakit jantung," ujar Pramono di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12).
Pramono pun meminta agar korban diberikan Santunan maksimal.
“Saya sudah meminta karena dia sedang bekerja kemudian meninggal dunia, untuk diberikan santunan yang maksimal," jelasnya.
Gubernur pun memastikan bahwa penanganan dan pemberian santunan kepada keluarga korban telah dilakukan, baik oleh dinas terkait maupun oleh BPJS Kesehatan.
“Kemarin sudah ditangani, diberikan santunan yang maksimal, baik oleh dinas terkait dan juga oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sudah ditangani itu, saya kebetulan memonitor," ujarnya.
Kronologi Kasus Sopir Truk Jakarta Selatan
Seorang sopir truk sampah bernama Wahyudi (51) dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) harus merenggut nyawa pada Jumat, 5 Desember 2025 diduga karena kelelahan mengantre Dan membongkar muatan TPST Bantargebang.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, kontrak kerja korban diketahui 40 jam dalam seminggu, namun sayangnya jika situasi dan kondisi karena faktor yang tidak memungkinkan pekerjaan yang dilakukan korban lebih dari waktu yang ditentukan.
Bahkan untuk mengantre sampah yang sudah di bawa ke TPST Bantargebang diketahui membutuhkan waktu 8-10 jam lamanya hingga akhirnya truk selesai dikosongkan.
Rumah korban sendiri diketahui berada di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Bayangkan jika korban harus bekerja sejak subuh lalu selesai pada siang hari, tapi harus menunggu hingga 8 jam hingga truk kosong.
Tiap harinya dipastikan korban bekerja lebih dari jam kerja.
Sebagai informasi korban meninggal alami sesak napas dan kejang sekitar pukul 03.00 WIB.
Sempat alami penanganan dokter namun akhirnya meninggal dunia karena alami gangguan jantung.***
Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait tragedi meninggalnya seorang sopir truk sampah di Jakarta Selatan.